Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjanjikan pemulihan ekonomi negaranya setelah tercapainya kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung hampir empat bulan.
Dalam kunjungannya ke Pennsylvania, negara bagian yang menjadi salah satu basis pertarungan politik utama menjelang pemilu paruh waktu November mendatang, Trump menegaskan penurunan harga minyak akan menjadi pemicu membaiknya kondisi ekonomi dan biaya hidup masyarakat.
"Kami sedang mencoba menyusun kesepakatan yang adil. Harga minyak akan turun tajam, dan ketika harga minyak turun, semuanya ikut turun," kata Trump saat mengunjungi pabrik truk Mack Trucks di Macungie, Pennsylvania, dikutip dari Bloomberg, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga:Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Pejabat The Fed Christopher Waller Serukan Sikap Hawkish, Sinyal Kenaikan Suku Bunga Menguat
Kunjungan tersebut menjadi agenda kampanye pertama Trump setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan Teheran pada 17 Juni lalu yang membuka jalan menuju penghentian permanen konflik. Trump mengklaim perang tersebut telah menghancurkan kemampuan militer Iran dan memutus jalur pengembangan senjata nuklir negara itu.Trump juga menyatakan ekonomi AS kini 'siap melesat ke level yang belum pernah disaksikan dunia' seiring meredanya ketegangan geopolitik dan normalisasi harga energi global. Ia kembali mempromosikan kebijakan proteksionisme perdagangan melalui tarif impor baja, otomotif, dan kendaraan berat yang menurutnya berhasil menekan defisit perdagangan dengan China.
Trump turut menyoroti berbagai program ekonomi pemerintahannya, termasuk upaya menurunkan harga obat resep dan pemotongan pajak. Menurut dia, kebijakan tersebut ditujukan untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur dan melindungi lapangan kerja domestik.
"Selama puluhan tahun para pekerja melihat pabrik ditutup dan pekerjaan dipindahkan ke luar negeri. Lalu saya datang dan menghentikannya dengan cepat," ujar Trump di hadapan para pekerja pabrik.
Baca Juga:Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang ASMeski demikian, sejumlah survei menunjukkan mayoritas warga AS masih menilai negatif penanganan ekonomi oleh Trump, terutama terkait tingginya biaya perumahan, layanan kesehatan, utilitas, dan kebutuhan pokok. Konflik Iran sebelumnya juga sempat memicu lonjakan harga minyak dan gas serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Kebijakan tarif Trump juga dinilai memberi tekanan terhadap industri domestik. Induk perusahaan Mack Trucks, Volvo Group, sebelumnya mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja ratusan karyawan di sejumlah fasilitas produksinya akibat ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan AS.
Trump saat ini berupaya memperkuat posisi Partai Republik di Pennsylvania menjelang pemilu paruh waktu. Negara bagian tersebut dipandang krusial dalam menentukan dominasi Partai Republik di Kongres, mengingat selisih kursi mayoritas di DPR AS masih sangat tipis.










