Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
PT Gajah Tunggal Tbk memperkuat strategi efisiensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tekanan biaya energi, tenaga kerja, dan fluktuasi nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas operasional industri ban yang sangat sensitif terhadap dinamika harga energi dan kurs mata uang.
"Kami terus meningkatkan efisiensi. Industri ini kan industri yang sangat peka terhadap nilai tukar dan kemudian harga energi," kata Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Suryopratomo seperti dikutip Rabu (24/6/2026).
Baca Juga:Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya
Suryopratomo mengatakan industri ban merupakan sektor padat karya yang beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Dengan jumlah tenaga kerja mencapai sekitar 17 ribu orang, kenaikan biaya energi dan upah menjadi faktor yang sangat memengaruhi struktur biaya perusahaan.
Meski menghadapi tekanan biaya, perusahaan tidak memilih langkah pengurangan tenaga kerja. Menurut Suryopratomo, Gajah Tunggal justru memperkuat investasi di bidang pengembangan SDM melalui Politeknik Gajah Tunggal yang dikelola perusahaan. "Bukan kepada pengurangan tenaga kerja. Kami Gajah Tunggal itu perusahaan yang punya politeknik," ujarnya.Ia menjelaskan politeknik tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga regenerasi tenaga kerja perusahaan. Lulusan dari lembaga pendidikan itu juga diserap langsung ke dalam grup usaha Gajah Tunggal untuk mendukung kebutuhan operasional jangka panjang.
Selain penguatan SDM, perusahaan juga mendorong inovasi melalui tim Research and Development (R&D) guna mencari solusi efisiensi produksi tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. "Kami punya tim Research and Development yang baik dan ini salah satu hal lain yang kemudian bisa dipergunakan untuk meningkatkan efisiensi," kata Suryopratomo.Baca Juga:Belajar dari Singapura, Sinergi 3 Pilar Ini Penting untuk Membangun Indonesia
Di tengah tantangan industri manufaktur dan situasi geopolitik global, Gajah Tunggal juga menilai pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media, untuk membangun pemahaman publik mengenai peran industri nasional dalam perekonomian. Melalui kombinasi efisiensi operasional, pengembangan SDM, dan penguatan inovasi, perusahaan berupaya mempertahankan daya saing di industri ban nasional maupun global yang semakin kompetitif.









