Jelang RUPST, Direksi REAL Borong 2 Juta Saham di Pasar
IDXChannel - Aksi akumulasi saham oleh jajaran manajemen kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Kali ini, Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), Sjafardamsah tercatat melakukan pembelian sebanyak 2 juta saham Perseroan di pasar reguler.
Dalam keterangan tertulis Rabu (24/6/2026), transaksi tersebut menjadi sorotan karena dilakukan menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
Langkah pembelian saham oleh direksi ini dinilai mencerminkan tingkat keyakinan internal terhadap prospek usaha Perseroan ke depan.
Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan, manajemen dinilai memiliki visibilitas yang lebih dalam terhadap kondisi operasional, strategi bisnis, serta berbagai agenda korporasi yang tengah disiapkan. Karena itu, setiap aksi akumulasi saham oleh jajaran direksi kerap menjadi perhatian investor dalam membaca arah sentimen pasar.
Momentum pembelian saham REAL kali ini juga dianggap menarik karena berdekatan dengan agenda RUPS yang akan segera digelar. Forum tersebut akan menjadi kesempatan bagi Perseroan untuk menyampaikan kinerja tahun buku 2025 sekaligus arah pengembangan bisnis pada periode mendatang.
Sejumlah pelaku pasar menilai RUPS dapat menjadi katalis penting apabila Perseroan mampu memaparkan strategi pertumbuhan yang lebih agresif, termasuk optimalisasi aset, pengembangan lini usaha, serta peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Selain itu, investor juga mulai mencermati agenda penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang akan dibahas dalam RUPS. Pasar berharap Perseroan dapat terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, termasuk melalui potensi pembagian dividen.
Apabila pembagian dividen disetujui dalam RUPS, maka distribusi kepada pemegang saham berpotensi dilakukan pada Juli 2026 sesuai jadwal yang akan ditetapkan Perseroan. Ekspektasi ini menjadi salah satu sentimen tambahan yang mulai diperhitungkan pelaku pasar, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap emiten dengan kombinasi pertumbuhan dan imbal hasil tunai.
Di sisi lain, prospek sektor properti Indonesia pada 2026 dinilai semakin kondusif. Perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027, relaksasi LTV/FTV hingga 100 persen, serta stabilitas inflasi menjadi faktor pendukung daya beli masyarakat.
Meski tantangan geopolitik global masih membayangi, sektor properti nasional dipandang memasuki fase akselerasi dan stabilisasi setelah melewati fase pemulihan dalam beberapa tahun terakhir.
"REAL sendiri menilai momentum tersebut sebagai peluang untuk mempercepat ekspansi usaha," tulis manajemen. Perseroan saat ini berfokus pada optimalisasi penjualan proyek eksisting Botanical Puri Asri di Depok, sekaligus mempersiapkan pengembangan proyek baru di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Pondok Cabe, Tangerang Selatan yang masih berada dalam tahap persiapan lahan dan perizinan.
Selain itu, REAL juga menjalankan kerja sama operasi (KSO) dengan Riscon Group untuk menggarap proyek perumahan segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Bogor, Jawa Barat.
Tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, Perseroan juga tengah menjalankan transformasi bisnis melalui optimalisasi aset properti serta penjajakan pengembangan properti digital dan data center. Manajemen menyatakan bahwa pengembangan data center saat ini berada pada tahap persiapan dan pembicaraan intensif dengan calon mitra strategis guna memperkuat posisi Perseroan dalam ekosistem digital dan teknologi yang berkembang pesat.
"Untuk tahun 2026, REAL menargetkan penjualan sebanyak 24 unit dari berbagai proyek yang tengah dikembangkan," tuturnya. Perseroan juga berfokus memperkuat likuiditas, meningkatkan recurring income, memperluas jaringan kemitraan strategis, serta mengoptimalkan pemasaran melalui pendekatan multichannel guna mempercepat pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Aksi pembelian 2 juta saham oleh direksi menjelang RUPS dinilai semakin memperkuat sentimen positif terhadap Perseroan. Kombinasi antara akumulasi saham oleh manajemen, prospek sektor properti yang membaik, pengembangan proyek baru, ekspansi ke segmen MBR, transformasi menuju bisnis digital melalui data center, serta potensi pembagian dividen membuat REAL kembali menjadi salah satu emiten properti yang layak dicermati investor dalam waktu dekat.
(kunthi fahmar sandy)








