Bursa Asia Variatif, Kospi Rebound usai Jatuh 10 Persen

Bursa Asia Variatif, Kospi Rebound usai Jatuh 10 Persen

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 24 Juni 2026 - 09:54
share

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Investor masih mencermati prospek kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) serta kekhawatiran terhadap valuasi saham sektor kecerdasan buatan (AI).

Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut. Nikkei turun 0,56 persen ke level 69.396,61, memperpanjang koreksi setelah mencetak rekor tertinggi pada Senin (22/6).

Sementara indeks Topix terkoreksi 0,31 persen menjadi 3.977,91.

Tekanan di bursa Jepang mengikuti pelemahan saham teknologi di Wall Street.

Indeks semikonduktor Philadelphia Semiconductor Index (SOX) anjlok 7,9 persen akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja infrastruktur AI yang dibiayai utang serta potensi pengetatan kondisi keuangan.

"Spekulasi bahwa The Fed bergerak menuju kenaikan suku bunga telah meningkatkan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya pendanaan untuk belanja modal AI, yang tampaknya mempercepat penurunan saham semikonduktor," tulis analis Sony Financial Group dalam catatan riset yang dikutip Reuters.

Berbeda dengan Jepang, bursa Korea Selatan mulai bangkit setelah mengalami aksi jual tajam pada perdagangan sebelumnya. Indeks Kospi menguat 2,7 persen ke 8.427,79 pada perdagangan pagi, didorong oleh kenaikan saham produsen chip memori seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang masing-masing melonjak 9 persen dan 5,1 persen.

Sebelumnya, Kospi anjlok hampir 10 persen pada Selasa (23/6/2026), menjadi penurunan harian terdalam sejak awal Maret. Saham teknologi Korea Selatan dan kawasan Asia lainnya terpukul akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi AI.

Analis Wedbush menilai pelemahan Kospi lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah indeks tersebut naik hampir 100 persen sepanjang tahun ini.

"Kami melihat aksi jual Kospi sebagai koreksi atau jeda setelah pasar mengalami kenaikan hampir 100 persen tahun ini," tulis analis Wedbush dalam catatan industri, dikutip Dow Jones Newswires.

Mereka menambahkan, "Permintaan AI perusahaan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan."

Di pasar regional lainnya, indeks Shanghai Composite China melemah 0,20 persen, sementara Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,03 persen. Sebaliknya, indeks ASX 200 Australia naik 0,28 persen, sedangkan Straits Times Index (STI) Singapura terkoreksi 0,17 persen.

Selain pasar saham, investor juga mencermati pergerakan harga minyak mentah yang kembali melemah seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah.

"Tankers minyak mulai semakin terbuka dalam melintasi Selat Hormuz," ujar analis ANZ Research dalam laporan risetnya.

Mereka menyebut Organisasi Maritim Internasional (IMO) telah menerima jaminan keselamatan yang memungkinkan ratusan kapal keluar dari kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima dari total pengiriman minyak dunia. Pelemahan risiko gangguan pasokan tersebut turut menekan harga minyak di pasar global. (Aldo Fernando)

Topik Menarik