Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Liburan biasanya menawarkan jeda dari rutinitas yang melelahkan. Namun, banyak orang pulang dengan tubuh lebih segar, sementara pikirannya tetap penuh beban.
Fenomena itu melahirkan pendekatan baru di industri hospitality. Kini, perjalanan tidak hanya soal destinasi dan fasilitas menginap. Perjalanan juga mulai diarahkan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis seseorang.
Terobosan tersebut hadir melalui Mindhavana. Konsep ini menggabungkan pengalaman menginap dengan pendampingan psikolog profesional dalam satu paket perjalanan. Berbeda dari liburan konvensional, peserta diajak menjalani proses refleksi diri yang terstruktur.
Karena itu, tujuan perjalanan tidak berhenti pada rekreasi semata. Ada upaya memahami diri dan menemukan kembali keseimbangan hidup.
Di balik program kolaborasi Artotel Group dan PT Perisai Psikologi Indonesia tersebut lahir konsep baru bernama Psychological Tourism atau Pariwisata Psikologis. Jika selama ini wisata berpusat pada lokasi yang dikunjungi, pendekatan ini menempatkan pengalaman psikologis manusia sebagai inti perjalanan. Baca Juga : Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Peserta diajak berhenti sejenak dari berbagai tuntutan keseharian. Mereka juga didorong mengenali kondisi emosionalnya secara lebih utuh. Selanjutnya, proses itu diharapkan membantu membangun kualitas hidup yang lebih baik.
Director of Sales & Revenue Artotel Group Nastalia Nursanti mengatakan, kebutuhan terhadap pengalaman yang lebih bermakna terus meningkat. Menurut dia, konsep wellness selama ini identik dengan spa atau aktivitas fisik. Padahal, kebutuhan untuk memulihkan kondisi psikologis juga semakin besar.
"Kami ingin menghadirkan dimensi baru dalam pengalaman menginap," ujar Nastalia dalam jumpa pers di Artotel Casa Hang Tuah Jakarta, Selasa (17/6/2026).
COO PT Perisai Psikologi Indonesia, Catur Prasetyo, mengungkapkan, program ini ditujukan bagi individu berusia 50 tahun ke atas. Kelompok tersebut dinilai membutuhkan ruang refleksi pada fase kehidupan yang lebih matang. Baca Juga : Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
”Selain mengikuti berbagai aktivitas mindful, peserta memperoleh asesmen psikologis profesional. Hasil asesmen itu membantu mereka memahami kondisi diri secara lebih komprehensif,” jelasnya.
Dengan demikian, perjalanan tidak hanya menghasilkan kenangan, tetapi juga pemahaman baru tentang diri sendiri.
Melalui tema "A Return To Yourself: For The Life Still Ahead", peserta dapat memilih tiga lokasi program. Ketiganya adalah Artotel Casa Hang Tuah Jakarta, Artotel Pelangi Park di Gunung Geulis, Bogor, dan The Green Peak ArtotelCurated di Puncak, Bogor.
Paket tersedia mulai Rp7,25 juta per orang. Fasilitasnya mencakup akomodasi, sarapan, coffee break, makan siang, makan malam, serta pendampingan psikologis. Durasi program tersedia mulai tiga hari dua malam hingga tujuh hari enam malam.
Kehadiran Mindhavana menandai perubahan cara pandang terhadap fungsi hotel. Tidak lagi sekadar tempat bermalam, hotel mulai diposisikan sebagai ruang pertumbuhan pribadi. Selain itu, destinasi wisata juga dapat menjadi sarana refleksi dan pemulihan emosional.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, konsep wisata psikologis berpotensi menjadi babak baru bagi industri hospitality Indonesia. *








