Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms

Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:41
share

Setelah sebelumnya sukses dengan rangkaian tur konser di Asia Tenggara, pianis ternama dunia, Rueibin Chen dijadwalkan bakal tampil di Indonesia tepatnya di Jakarta pada 20 Juni 2026 mendatang. Ia akan membawa penghayatan mendalam tradisi musik Jerman–Austria dengan kekuatan artistiknya yang luar biasa yang akan memukau para penikmat musik pianis.

Berkolaborasi dengan Jakarta Simfonia Orchestra ia direncanakan tampil di Aula Simfonia Jakarta yang merupakan salah satu gedung konser bertaraf dunia yang menjadi ikon musik klasik internasional. Dalam penampilannya di Indonesia nanti, ia akan membawakan Konserto Piano No. 1 karya Johannes Brahms.

Baca juga: Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi

Chen sendiri sejak kecil tumbuh dengan penghayatan tradisi musik Jerman–Austria yang kaya dan berpengaruh. Bahkan, penampilannya di Singapura baru-baru ini memperoleh perhatian luas dari media-media terkemuka Asia maupun internasional.

Seperti Harian Lianhe Zaobao di Singapura serta media internasional bergengsi Financial Times dari Inggris yang menerbitkan wawancara dan laporan khusus berisi pujian tentang kedalaman artistik serta daya tariknya di panggung internasional.Baca juga: Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa

Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapat apresiasi dari surat kabar berbahasa Inggris terkemuka di Malaysia, The Star yang menggambarkannya sebagai pianis yang memiliki “jari-jari Horowitz” (Horowitz’s fingers). Istilah itu merujuk kepada virtuoso legendaris Vladimir Horowitz.

Selain itu, berbagai media internasional juga menjulukinya sebagai pianis dengan “jari-jari malaikat” (angel fingers) karena gaya permainannya yang halus, peka namun tetap penuh tenaga serta daya ledak artistik.

Tak tanggung-tanggung, saat Chen pernah memperoleh perhatian khusus dari media berpengaruh Die Zeit saat tur bersama orkestra di Jerman. Perhatian itu tertuju kepada perjalanan dan pencapaian artistiknya. Deutsche Welle bahkan mendapat sesi wawancara khusus dengannya.

Dalam konsernya di Indonesia nanti, ia akan menghadirkan interpretasi yang sarat makna dan penuh kedalaman emosional terhadap karya agung Brahms. Karya tersebut memadukan semangat, refleksi filosofis, dan karakter heroik. Nantinya, permainan Chen tidak hanya menampilkan teknik pianistik yang luar biasa, tetapi juga mencerminkan kedalaman nilai kemanusiaan serta intensitas ekspresi yang kuat. Maka dari itu, ia sering dipandang sebagai salah satu pianis keturunan Tionghoa yang paling merepresentasikan jiwa musik Jerman–Austria pada masa kini.

Dengan statusnya sebagai musisi keturunan Tionghoa yang berkiprah di kancah internasional, ia secara konsisten menjembatani unsur-unsur budaya Timur dan Barat melalui musik. Baik dari segi aransemen, penciptaan karya baru maupun berbagai kegiatan pertukaran budaya lintas negara.

Setelah Jakarta, Chen direncanakan melanjutkan rangkaian tur konsernya di berbagai negara Asia dan akan memulai tur besar di Amerika Serikat pada tahun mendatang. Dengan semangat dan jiwa musik Jerman–Austria yang ditempa melalui pengalaman panjangnya di Wina, Chen terus menghadirkan suara dan perspektif artistik yang khas dari seorang seniman keturunan Tionghoa di panggung dunia.

Topik Menarik