Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB

Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:22
share

Benarkah golongan darah O lebih rentan mengalami kolesterol tinggi? Isu ini kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Namun, menurut dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University dr Christy Efiyanti, SpPD, hingga kini belum ada kesimpulan ilmiah yang benar-benar memastikan adanya hubungan langsung antara golongan darah O dan tingginya kadar kolesterol.

Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi? Hindari 5 Sarapan Ini Agar Jantung Tetap Sehat

Christy menjelaskan bahwa berbagai penelitian yang mengkaji keterkaitan golongan darah dengan kadar kolesterol masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

"Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Namun, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah,” katanya, melalui siaran pers, Sabtu (13/6/2026).Menurutnya, kaitan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular masih memerlukan penelitian lebih mendalam. Sebab, kadar kolesterol seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang jauh lebih kompleks daripada sekadar jenis golongan darah.

Baca juga: 5 Penyebab Kolesterol pada Wanita, Nomor 3 Sering Diabaikan

Gaya Hidup Lebih Menentukan

Iamenegaskan bahwa faktor gaya hidup memiliki peran paling besar dalam memengaruhi kadar kolesterol. Konsumsi makanan tinggi lemak, minim aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, hingga konsumsi minuman beralkohol diketahui dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

Selain faktor gaya hidup, beberapa kondisi kesehatan juga dapat memicu peningkatan kadar kolesterol. Di antaranya adalah diabetes, gangguan fungsi ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid. Faktor keturunan juga turut berpengaruh, termasuk pada kasus familial hypercholesterolemia, yakni kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda.

“Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang,” jelasnya.

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup sehat tanpa terlalu terpaku pada golongan darah. Langkah yang dapat dilakukan meliputi membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.

Dokter spesialis penyakit dalam inijuga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, medical check-up rutin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius dan sulit diobati.

Topik Menarik