Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!

Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 7 Juni 2026 - 20:13
share

Banyak penderita hipertensi percaya bahwa mereka harus bergantung pada obat seumur hidup. Namun, menurut Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, perubahan gaya hidup yang konsisten justru dapat menjadi kunci untuk mengurangi, bahkan dalam beberapa kasus menghentikan, ketergantungan terhadap obat penyakit kronis.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya sendiri yang pernah mengonsumsi obat darah tinggi selama bertahun-tahun akibat pola hidup yang kurang sehat saat awal berkarier sebagai dokter.

“Saya 30 tahun yang lalu minum obat darah tinggi. Waktu itu baru membina praktik, siang malam kerja, enggak sempat olahraga, tidur enggak cukup, makan juga ngaco. Akhirnya tensi naik, kolesterol naik semua,” ujar dr. Henry dalam Simposium Ortopedi Orthovolution 2026 Siloam Hospitals Mampang beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Hipertensi Mulai Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Saat itu, ia bahkan sempat diberi tahu oleh rekannya yang merupakan dokter jantung bahwa obat tersebut kemungkinan harus dikonsumsi terus-menerus. Namun, menurut dr. Henry, penting untuk memahami bahwa obat untuk penyakit kronis seperti hipertensi pada dasarnya berfungsi mengontrol kondisi, bukan menyembuhkan penyebabnya.Ketika obat tersebut dihentikan, maka penyakitnya akan kambuh kembali.

“Itu Anda diobati dengan obat darah tinggi sebenarnya tidak disembuhkan, tetapi dikontrol. Coba berhenti minum obat, tekanan darahnya naik lagi,” katanya.

Untuk itu, ia mengimbau perubahan gaya hidup yang konsisten dapat membantu seseorang keluar dari ketergantungan obat. Terbukti dengan dirinya yang mengaku sudah sekitar 20 tahun tidak lagi mengonsumsi obat darah tinggi.

Baca Juga : Menurunkan Tekanan Darah Bisa Dilakukan Tanpa Obat, Begini Caranya!

Dokter Henry menegaskan bahwa aktivitas fisik menjadi salah satu faktor utama yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Menurutnya, tubuh manusia memang dirancang untuk terus bergerak.“Movement is medicine, muscle is medicine. Kalau Anda diam saja, itu masalah,” kata dr. Henry.

Meski demikian, dr. Henry menegaskan bahwa keputusan menghentikan obat tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. Semua kembali pada pada jenis penyakit dan kondisi masing-masing pasien.

“Apakah obat penyakit kronis bisa dihilangkan? Dalam beberapa kasus bisa. Tapi tentu harus dilihat dulu penyakitnya apa dan bagaimana kondisi pasiennya,” katanya.

Topik Menarik