Kurang Gerak Bisa Bikin Tubuh Cepat Menua? Ini Kata Dokter

Kurang Gerak Bisa Bikin Tubuh Cepat Menua? Ini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Minggu, 7 Juni 2026 - 19:32
share

JAKARTA, iNews.id – Banyak orang mengira proses penuaan hanya ditentukan oleh bertambahnya usia. Padahal, gaya hidup yang kurang aktif juga dapat mempercepat penurunan kondisi fisik seseorang. Bahkan, tubuh bisa mengalami tanda-tanda penuaan lebih cepat meski usia belum tergolong lanjut.

Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Tulang Belakang Siloam Hospitals Mampang dr Dohar A L Tobing, Sp.OT mengatakan, salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah ketika seseorang mulai membatasi aktivitas fisik hanya karena merasa sudah tidak muda lagi.

Menurutnya, tidak sedikit orang berusia 50 hingga 60 tahun yang sudah menganggap dirinya lansia sehingga memilih mengurangi aktivitas sehari-hari. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

"Kadang pasien umur 50 tahun sudah merasa jadi lansia. Umur 50-60 tahun dia sudah mengkategorikan dirinya sebagai orang tua yang jangan banyak aktivitas lagi," ujar dr Dohar dalam Simposium Ortopedi Orthovolution 2026 di Siloam Hospitals Mampang, Sabtu (6/6/2026).

Dokter Dohar menjelaskan, ketika seseorang semakin jarang bergerak, tubuh akan kehilangan massa dan kekuatan otot secara bertahap. Kondisi ini dikenal sebagai sarcopenia, yaitu penurunan massa otot yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Namun, sarcopenia dapat berkembang lebih cepat pada mereka yang tidak aktif secara fisik. Akibatnya, kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari ikut menurun.

"Kalau dia lebih inaktif, tidak engage dalam aktivitas fisik, terjadi sarcopenia. Akhirnya jadi makin cepat tua, tua dalam pengertian fisiknya," jelasnya.

Penuaan fisik yang dimaksud bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan menurunnya fungsi tubuh, seperti berkurangnya kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, hingga daya tahan saat beraktivitas.

Otot Jadi Kunci Tetap Sehat di Usia Lanjut

Menurut dr Dohar, salah satu cara terbaik untuk menjaga kualitas hidup saat menua adalah mempertahankan massa otot. Otot yang kuat membantu seseorang tetap mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, naik tangga, hingga bangun dari posisi duduk.

Karena itu, menjaga kebugaran tubuh tidak harus selalu dilakukan melalui olahraga berat. Aktivitas fisik sederhana yang dilakukan secara rutin juga dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan otot dan sendi.

"Yang penting tetap aktif bergerak dan melatih otot secara konsisten," ujarnya.

Dokter Dohar juga menceritakan pengalamannya menangani pasien yang datang dengan kursi roda karena berbagai keluhan nyeri dan keterbatasan gerak. Setelah menjalani program latihan yang tepat dan berfokus pada penguatan otot, kondisi pasien tersebut mengalami perubahan yang signifikan.

"Ketika massa otot itu nambah, signifikan banget. Pasien yang tadinya naik tangga setengah mati, tahu-tahu sudah lebih lancar, sudah lebih kuat," katanya.

Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan otot memiliki peran besar dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk pada orang yang sudah memasuki usia lanjut.

Pada kesempatan yang sama, dr Dohar mengingatkan bahwa bertambahnya usia bukan berarti seseorang harus pasrah terhadap penurunan kemampuan fisik. Justru, tetap aktif bergerak menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah tubuh cepat menua.

Dengan rutin beraktivitas dan menjaga kekuatan otot, seseorang dapat mempertahankan kemandirian, mengurangi risiko cedera, serta menikmati kualitas hidup yang lebih baik di usia lanjut.

"Menua adalah proses alami, tetapi tubuh yang tetap kuat dan aktif bisa dipertahankan jika kita terus bergerak dan menjaga massa otot," pungkasnya.

Topik Menarik