Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih mengusulkan penguatan tata krama organisasi sebagai salah satu rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) di Ploso, Kediri, 20-21 Juni 2026. Dia berpendapat, organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh tata kelola yang baik, tetapi juga oleh budaya adab yang hidup di dalamnya.
"Organisasi bisa memiliki aturan dan sistem yang baik. Namun, ketika adab mulai ditinggalkan, berbagai persoalan akan mudah muncul. Karena itu, tata kelola harus berjalan beriringan dengan tata krama," kata Gus Ma'shum di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Gagasan tersebut disampaikan di tengah dinamika internal NU yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar, tetapi harus dikelola melalui musyawarah, saling menghormati, dan menjaga marwah jam'iyah.
Baca juga: Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Sebagai anggota Steering Committee (SC) Komisi Rekomendasi Munas-Konbes NU, Gus Ma'shum mengusulkan konsep "Tata Kelola dan Tata Krama Organisasi" sebagai salah satu agenda strategis NU ke depan. Ia menilai tata kelola diperlukan agar organisasi berjalan efektif, sedangkan tata krama diperlukan agar organisasi tetap menjaga kepercayaan dan kehormatan.Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu mengutip ajaran Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari yang menempatkan adab sebagai puncak dari tauhid, iman, dan syariat. "Hadlratussyaikh mengajarkan bahwa adab bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi kehidupan. Nilai itulah yang selama ini menjadi kekuatan pesantren dan perlu terus dihadirkan dalam kehidupan organisasi," ujarnya.
Mantan Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur dan PCNU Tuban itu menegaskan, NU lahir dari tradisi pesantren yang mengajarkan keseimbangan antara ilmu, kepemimpinan, dan adab. Karena itu, penguatan tata kelola harus berjalan seiring dengan penguatan tata krama organisasi.
"Ketika tata kelola organisasi berjalan baik dan tata krama tetap terjaga, NU akan semakin kuat, mandiri, dan disegani," pungkasnya.









