Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market

Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market

Ekonomi | sindonews | Kamis, 4 Juni 2026 - 18:46
share

Pjs Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik memastikan, informasi yang beredar terkait penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke frontier market adalah informasi yang salah. Berdasarkan diskusi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), ditekankan bahwa Indonesia akan tetap dipertahankan di emerging market.

"Kemarin ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar, seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di frontier market, yang ternyata itu adalah informasi yang salah," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Pelajaran Terbesar dari MSCI Rebalancing Mei 2026 dan Kejatuhan Pasar Modal Indonesia

Ia mengimbau kepada investor untuk selalu melakukan kroscek dan mencari kebenaran informasi terlebih dahulu soal pasar modal sebelum mengambil keputusan investasi. Sehingga bisa menghindari keputusan investasi yang kurang tepat akibat minimnya informasi.

"Terkait dengan MSCI yang dapat kami sampaikan adalah, dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market," tambah Jeffrey.

Sebagai informasi tambahan, penyesuaian klasifikasi pasar tersebut merupakan siklus kegiatan rutin yang dilakukan oleh penyedia indeks provider global seperti MSCI.

Pada 13 Mei 2026, MSCI mengumumkan hasil evaluasi indeks saham untuk MSCI Global Standard Indexes, MSCI Global Small Cap Indexes, MSCI Micro Cap Indexes, MSCI Value & Growth Indexes, MSCI Frontier Markets Indexes, MSCI Frontier Market Small Cap Indexes, MSCI US Equity Indexes, MSCI US REIT Index, MSCI China A Onshore Indexes, dan MSCI China All Shares Indexes.

Selanjutnya pembaruan lanjutan terkait status pasar modal RI diperkirakan akan disampaikan MSCI dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026 mendatang. Baca Juga: MSCI Coret Sejumlah Saham RI, OJK Klaim demi Fondasi Pasar Sehat

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi sempat mengatakan Indonesia justru punya potensi untuk naik level dari status emerging ke developed market atau advanced market.

Namun, dikatakan Hasan, kenaikan klasifikasi pasar tersebut masih memerlukan perbaikan yang terukur dan terencana diluar agenda transformasi integritas pasar modal pada tahap awal ini.

"Sebetulnya reformasi integritas pasar modal ini tidak berhenti di reformasi integritas. Kalau teman-teman mencermati dari delapan rencana aksi ada aspek pendalaman pasar, likuiditas, dan enforcement yang akan kita kedepankan. Nah ini erat kaitannya dengan kriteria di developed market misalnya atau advanced market," kata Hasan saat konferensi pers di BEI, (13/5).

Topik Menarik