Saham Kota Satu Properti (SATU) Masuk Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan saham PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) masuk sebagai saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration atau HSC).
Direktur BEI, Kristian Manullang mengatakan, berdasarkan penelusuran dengan metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan nonwarkat, saham SATU masuk dalam kategori HSC.
"Saham perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 94,27 persen dari keseluruhan saham warkat dan nonwarkat SATU," katanya dalam pengumuman, Kamis (4/6/2026).
Penetapan status HSC tersebut terjadi meski porsi saham publik (free float) di atas ketentuan minimum. Hingga akhir April 2026, porsi free float SATU mencapai 18,33 persen dari total saham beredar, sedangkan pemegang saham pengendali menguasai 81,67 persen.
PT Kota Satu Indonesia saat ini memiliki 33,18 persen. Sementara pemegang saham di atas 1 persen dimiliki sejumlah individu seperti Raden Yohanes Kristian Hardianto (17,35 persen), Anton Stefian Dwi Kristanto (10 persen), dan Nyauw Farida Ak (9,43 persen).
Kendati demikian, BEI menegaskan bahwa pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
Belum lama ini, BEI juga menetapkan saham PT Mahkota Group Tbk (MGRO) sebagai saham HSC. Hal itu setelah dilakukan penelusuran di mana kepemilikan saham MGRO oleh pemegang saham tertentu secara agregat mencapai 93,76 persen.
Dengan bertambahnya saham SATU, maka saat ini ada 13 saham yang masuk kategori HSC. Saham-saham tersebut yakni PT Barito Renewables energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK).
Kemudian ada PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), dan PT Mahkota Group Tbk (MGRO).
(Rahmat Fiansyah)








