Unilever (UNVR) Siapkan Sederet Strategi Hadapi Tantangan Rupiah hingga Kenaikan Bahan Baku

Unilever (UNVR) Siapkan Sederet Strategi Hadapi Tantangan Rupiah hingga Kenaikan Bahan Baku

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 4 Juni 2026 - 19:40
share

IDXChannel - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan perekonomian mulai dari depresiasi rupiah hingga kenaikan bahan baku. Berbagai faktor tersebut menekan bisnis perusahaan consumer goods tersebut, baik dari permintaan maupun penawaran.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Neeraj Lal mengatakan, dari supply-side, perang di Timur Tengah membuat lonjakan harga komoditas yang berimbas pada kenaikan harga bahan baku mulai dari CPO hingga plastik. Kondisi ini diperparah dengan pelemahan nilai tukar yang membuat beban impor semakin mahal.

"Itu berasal dari situasi di Timur Tengah, terutama bahan-bahan berbasis minyak bumi, bahan kimia, kemasan. Itu juga minyak sawit. Dan, tentu saja, juga tentang nilai tukar mata uang asing. Jadi, ya, ini menciptakan tekanan inflasi dalam bisnis," katanya di Tangerang, Banten, Kamis (4/6/2026).

Neeraj mengatakan, perseroan selama ini melakukan kegiatan ekspor sehingga sebagian menjadi lindung nilai alami (natural hedging) atas menguatnya dolar AS. Selain itu, perseroan juga memiliki strategi hedging atas pelemahan nilai tukar.

"Sekarang, jika menyangkut mata uang, hal itu memang menimbulkan tekanan karena kami memiliki eksposur mata uang pada bahan baku yang kami beli. Kami juga memiliki penjualan ekspor yang membantu kami mengimbangi sebagian dari dampak tersebut. Selain itu, kami menerapkan strategi lindung nilai yang membantu kami meredam sebagian dari penurunan nilai rupiah yang kami hadapi,” tuturnya.

Neeraj mengungkapkan, Unilever tengah mengkaji untuk melakukan kalibrasi harga pada sejumlah produk. Dari sisi biaya, perseroan juga melakukan efisiensi biaya hingga optimalisasi belanja modal. Dengan begitu, bisnis Unilever tetap bisa tumbuh dengan margin yang moderat.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap menegaskan, perseroan akan tetap ekspansif di pasar domestik dengan fokus utama mendorong pertumbuhan berbasis volume (volume-led growth) di tengah daya beli masyarakat yang menantang. Strategi ini bakal dieksekusi melalui inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen serta penguatan jaringan pasar.

“Jadi, terlepas dari pelemahan rupiah, situasi di Timur Tengah, atau faktor kuat lainnya, kami tetap fokus pada mendorong pertumbuhan berbasis volume di pasar saat ini. Dan hal ini akan kami lakukan melalui penguatan koneksi pasar yang tepat serta inovasi yang penting bagi konsumen Indonesia. Sekarang, seperti yang juga disebutkan Neeraj, mengingat beberapa faktor eksternal ini, akan ada tindakan penyesuaian harga yang akan terjadi di paruh kedua tahun ini, terutama di sektor perawatan rumah tangga (home care) yang paling terdampak," kata Benjie.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik