Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon

Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 4 Juni 2026 - 13:55
share

Nuanu Creative City bersiap menghadirkan pertemuan seni dan budaya global. Kawasan kreatif seluas 44 hektare itu mengumumkan 21 partisipan. Mereka akan tampil dalam Annual Curated Exhibition 2026. Pameran bertajuk What the Body Remembers dibuka 11 September 2026. Acara akan berlangsung di Labyrinth Art Gallery, Bali.

Pameran tersebut dikurasi Bandana Tewari sebagai Lead Curator. Brina Paska mendampingi sebagai Assistant Curator pameran. Karya yang ditampilkan melintasi kriya, tekstil, desain, dan fashion. Selain itu, seni kontemporer serta budaya material turut dihadirkan. Pameran akan berlangsung hingga 29 November 2026 mendatang.

Dua benang kuratorial menjadi fondasi utama pameran tersebut. Pertama, Hand as Archive: Memory, Transmission, and Embodied Knowledge. Kedua, Routes of Exchange: Migration, Mutation, and Becoming. Keduanya menyoroti cara pengetahuan budaya diwariskan lintas generasi. Sentuhan, repetisi, dan teknik tradisional menjadi penghubung utamanya.

Sebanyak 21 seniman, desainer, dan studio ikut berpartisipasi. Mereka berasal dari Indonesia dan India. Nama besar seperti Tex Saverio dan Toton The Label hadir. Ada pula Lulu Lutfi Labibi serta Raw Mango x Sanjay Garg. Kehadiran mereka memperkuat dialog kreatif antarnegara yang berkembang.

Bandana Tewari menilai tubuh menyimpan banyak memori budaya. Menurutnya, kriya bukan sekadar benda yang dibuat. “Kriya adalah sesuatu yang diingat kembali,” ujarnya. Sementara itu, Director Art & Bali, Kelsang Dolma, menyoroti kedalaman praktik para peserta. “Dialog ini terasa presisi dan relevan,” katanya.Di balik agenda seni tersebut, Nuanu menyiapkan misi jangka panjang. Kawasan ini memperkuat komitmen ekologinya melalui penghijauan besar-besaran. Program itu diwujudkan lewat Inisiatif Penanaman 1.000 Pohon. Kegiatan dipimpin Magic Garden dan didukung Nuanu Social Fund. Kebun Raya Eka Karya Bali turut menjadi mitra strategis.

Sebanyak 1.000 spesies pohon lokal ditanam bertahap. Penanaman mencakup ruang publik dan taman kawasan. Area pura, pinggir jalan, serta ruang komunitas ikut disasar. Program ini bertujuan memperkuat biodiversitas dan restorasi ekologi. Selain itu, kualitas ruang hijau publik juga terus ditingkatkan.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan komitmen tersebut. Ia mengatakan jumlah pohon akan bertambah setelah pembangunan selesai. “Kami menanam pohon yang tumbuh bersama Nuanu,” ujarnya. Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menambahkan pentingnya keterlibatan publik. Karena itu, seni, komunitas, dan alam terus dirajut dalam satu visi pembangunan berkelanjutan.

Topik Menarik