Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998

Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998

Nasional | sindonews | Selasa, 2 Juni 2026 - 06:00
share

Aktivis 98 Ray Rangkuti menceritakan detik-detik dirinya dan ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada 18 Mei 1998. Menurut Ray, dirinya sempat bernegosiasi dengan Marinir yang saat itu telah menjaga gedung wakil rakyat.

Saat menjadi narasumber dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, Ray mengatakan, dirinya adalah orang yang membawa massa dari Ciputat.

"Saya adalah orang yang membawa ribuan massa menduduki Gedung DPR itu, dari Ciputat. Karena sebelumnya ada ratusan anak-anak BEM, pengurus-pengurus BEM sudah ada di DPR, mungkin mereka sudah tanggal 16-17 di situ," ujar Ray.

Menurut Ray, saat itu dirinya membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa Ciputat. Anggota forum tersebut bukan hanya mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah, sekarang UIN Syarif Hidayatullah. Mahasiswa yang kampusnya terletak di kawasan Ciputat dan Serpong juga bergabung di situ.

Baca Juga: Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden"Jam 10 teng kami masuk pintu DPR melalui pintu Gatot Subroto, karena sebelumnya kami masuk melalui pintu belakang, Patal, diadang oleh Marinir. Saat itu yang jaga DPR kan sudah Marinir, tidak diperbolehkan masuk," kata Ray.

Kata Ray, dirinya kemudian berkomunikasi dengan yang menjaga Gedung DPR agar massa yang dia bawa jangan dihalangi masuk DPR. Setelah aparat yang menjaga Gedung DPR itu berkomunikasi dengan atasannya, Ray dan rombongan diperbolehkan masuk melalui pintu depan. "Masuklah kita dengan selawatan yang sangat populer itu," kenang Ray.

Menurut Ray, mereka masuk dengan tertib. Bus atau mobil yang mengangkut tidak boleh masuk. "Nah, di situlah boleh disebut Gedung DPR resmi diduduki mahasiswa," ujar pria yang bernama asli Ahmad Fauzi tersebut.

Topik Menarik