Inspiratif! Perjuangan Amirul Ramli Marbot Masjid Kini Jadi Lulusan Doktor UMY

Inspiratif! Perjuangan Amirul Ramli Marbot Masjid Kini Jadi Lulusan Doktor UMY

Nasional | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 00:41
share

BANTUL, iNews.id - Kisah inspiratif datang dari M Amirul Ramli, marbot masjid yang kini resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi langkahnya untuk meraih pendidikan tertinggi.

Pria yang pernah menjadi marbot masjid dan berjualan keliling demi menyambung hidup tersebut kini punya nama gelar Dr  M. Amirul Ramli, SPd, MPd hasil dari perjuangannya.

Perjalanan hidup Amirul menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan dan semangat belajar mampu mengubah keterbatasan menjadi keberhasilan.

Gelar doktor diraih Amirul setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Model Pemaknaan Hidup pada Pelaku Self-Harm” dalam Ujian Disertasi Tertutup Program Studi Doktor Psikologi Pendidikan Islam UMY.

Perjalanan Amirul di Yogyakarta dimulai pada 2015 saat diterima sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMY.

Berasal dari keluarga sederhana, Amirul harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai kuliahnya. Saat itu, kiriman uang dari orang tuanya hanya berkisar Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan.

Untuk menghemat biaya, dia memilih mengabdi sebagai marbot di Masjid Khusnul Khotimah, Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.

Namun pengabdian sebagai marbot saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Amirul kemudian berjualan keliling di berbagai lokasi keramaian.

Bahkan, dia kerap berjalan kaki dari kawasan kampus menuju Malioboro untuk menawarkan dagangannya kepada para pengunjung.

"Semua proses itu justru membuat saya menjadi lebih kuat dan sabar. Dari sana saya menemukan makna yang mendalam bahwa ilmu pengetahuan benar-benar dapat mengangkat derajat kehidupan seseorang," ujar Amirul, Sabtu (30/5/2026).

Menyadari kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas, Amirul aktif mencari berbagai peluang beasiswa agar bisa terus melanjutkan pendidikan.

Sebagai kader Muhammadiyah, dia berhasil memperoleh Beasiswa Kader Muhammadiyah. Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, Amirul harus melalui proses seleksi dan rekomendasi berjenjang mulai dari tingkat ranting hingga pimpinan pusat.

Menariknya, surat rekomendasi yang digunakannya saat itu turut ditandatangani langsung oleh Haedar Nashir. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Amirul mampu menyelesaikan pendidikan sarjana hanya dalam waktu 3,5 tahun.

Semangat belajar yang tinggi membuat Amirul tidak berhenti di jenjang sarjana. Setelah lulus S1, dia kembali mengikuti seleksi beasiswa dan berhasil memperoleh Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan untuk melanjutkan studi magister di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Perjalanan akademiknya berlanjut pada 2023 ketika kembali ke UMY untuk menempuh pendidikan doktoral melalui jalur Beasiswa Unggulan.

Selama menjalani pendidikan doktor, pengalaman hidup yang penuh tantangan membuat Amirul tertarik meneliti isu kesehatan mental, khususnya perilaku self-harm pada generasi muda.

Melalui disertasinya, dia mengkaji bagaimana individu yang pernah melakukan self-harm membangun kembali makna hidup dan menemukan jalan pemulihan dari tekanan psikologis yang mereka alami.

Bagi Amirul, gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik atau simbol prestise. Dia memandang gelar tersebut sebagai amanah untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Amirul juga berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah menghadapi keterbatasan hidup.

"Percayalah, apa yang sedang kamu usahakan akan membuahkan hasil. Mungkin Allah sedang membentukmu menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Jangan hanya berpikir untuk menjadi hebat bagi diri sendiri, tetapi jadilah pribadi yang mampu memberikan dampak luas bagi banyak orang," ucapnya.

Topik Menarik