Masjid Apung Ancol Segera Hadir, Ikon Wisata Religi Baru di Tengah Laut Jakarta
Tak lagi hanya identik dengan pantai dan wahana rekreasi,Ancol bersiap menghadirkan destinasi wisata religi baru yang unik dan ikonik. Sebuah masjid apung megah yang dibangun di atas laut di kawasan Pantai Karnaval Ancol ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Dirancang oleh arsitek ternama Andra Matin, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata religi dan ziarah bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Jika selama ini Ancol dikenal sebagai kawasan wisata pantai dan pusat hiburan keluarga, kini kawasan tersebut menghadirkan inovasi baru melalui pembangunan masjid apung di tengah laut. Lokasinya berada di sekitar Pantai Karnaval Ancol dan digadang-gadang menjadi salah satu ikon wisata religi baru di Jakarta.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, mengatakan progres pembangunan masjid apung saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Baca Juga : Mulai Juni 2026, Ancol Gelar Konser The Sunset Soul Setiap Akhir Bulan
Menurut Daniel, masjid tersebut dirancang oleh arsitek ternama Andra Matin dengan konsep arsitektur yang sarat makna filosofis. Selain menjadi tempat ibadah, bangunan ini juga akan menghadirkan informasi mengenai sejarah dan filosofi pembangunannya sehingga memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi pengunjung.“Di masjid apung itu nantinya juga akan ada beberapa histori tentang pembangunan itu, karena secara arsitektur juga penuh makna. Masjid ini didesain oleh arsitek terkenal yaitu Andra Matin dengan filosofi-filosofi yang cukup kuat untuk menggaungkan masjid di atas laut seperti itu,” ujar Daniel.
Secara desain, masjid ini akan memiliki bentuk yang unik dan elegan. Jika dilihat dari atas, bangunannya menyerupai bulan sabit dengan elemen berbentuk segi lima di bagian tengah yang terinspirasi dari bentuk kopiah.
“Kalau kita lihat dari sisi desainnya dari atas, itu seperti bulan sabit. Jadi, ada segi lima seperti kopiah, kemudian di antara bulan sabit begitu,” jelasnya.
Masjid apung ini dirancang mampu menampung sekitar 1.000 jamaah dan terdiri dari dua lantai. Lantai bawah akan diperuntukkan bagi jamaah laki-laki, sedangkan lantai atas digunakan oleh jamaah perempuan.
Ancol memproyeksikan masjid tersebut tidak hanya sebagai fasilitas ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan ziarah masyarakat. Target pengunjungnya mencakup warga Jakarta dan sekitarnya hingga wisatawan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Lampung.“Masyarakat kita itu kan suka berziarah ke tempat-tempat ibadah. Jadi, Masjid Apung ini memang kami proyeksikan selain untuk tempat ibadah, juga nanti buat tempat ziarah bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, bahkan mungkin masyarakat yang dari luar Jakarta seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, dan sekitarnya,” kata Daniel.
Meski demikian, pihak Ancol hingga kini masih mematangkan sejumlah konsep wisata religi yang akan dihadirkan. Nama resmi masjid juga masih dalam tahap pembahasan.
Pengelolaan operasional masjid nantinya akan berada di bawah Yayasan Baiturrahman, yang saat ini mengelola Masjid Baiturrahman Ancol. Bersama tim komersial, yayasan tersebut tengah menyusun berbagai program agar masjid apung memiliki daya tarik dan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata religi lainnya di Jakarta.
Selain digunakan untuk kegiatan wisata religi, masjid apung juga akan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas keagamaan, seperti salat berjamaah, salat Jumat, hingga salat Idulfitri dan Iduladha.
“Pemanfaatannya oleh masyarakat atau pengunjung nantinya, selain untuk tempat ibadah dan salat Jumat, pada momen-momen tertentu seperti salat Idulfitri dan salat Iduladha juga akan diproyeksikan menggunakan area masjid apung dan sekitarnya,” tutur Daniel.
Awalnya, pembangunan masjid ini ditargetkan selesai sebelum Iduladha 2026. Namun karena proses konstruksi yang masih berlangsung, target penyelesaiannya kini diundur menjadi Agustus 2026.
“Sebetulnya target kita itu di Iduladha ini, tapi ternyata tidak terwujud atau tidak terkejar waktunya. Mungkin mudah-mudahan di Agustus nanti,” pungkas Daniel.










