Lari Saja Tak Cukup, Dokter Ungkap Cara Efektif Tingkatkan Hormon Testosteron Pria
JAKARTA, iNews.id – Olahraga dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk membantu meningkatkan hormon testosteron pada pria. Namun, hanya mengandalkan olahraga aerobik seperti lari atau berenang ternyata dinilai belum cukup optimal untuk meningkatkan hormon yang berperan penting dalam fungsi seksual tersebut.
Dokter Spesialis Andrologi, dr Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa olahraga aerobik memang baik untuk kesehatan jantung dan kebugaran tubuh secara umum. Meski demikian, jenis olahraga tersebut tidak menjadi pilihan utama jika tujuan utamanya adalah meningkatkan hormon testosteron secara maksimal.
“Sebetulnya olahraga aerobik saja atau yang memacu jantung seperti lari, berenang, atau senam tidak cukup untuk mengoptimalkan fungsi ereksi,” kata dr Jefry dalam unggahan video di Instagram, dikutip Minggu (31/5/2026).
Dia menuturkan, peningkatan hormon testosteron akan lebih optimal apabila olahraga aerobik dikombinasikan dengan latihan kekuatan atau resistance training. Jenis latihan ini dapat dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari angkat beban di gym hingga memanfaatkan berat tubuh sendiri.
“Boleh kita misalnya menggunakan alat bantu seperti barbel atau latihan di gym, hingga menggunakan tumpuan tubuh kita seperti push-up, sit-up, dan gerakan-gerakan lainnya,” ujar dr Jefry.
Menurut dr Jefry, sejumlah penelitian menunjukkan olahraga kekuatan memiliki efektivitas lebih baik dalam merangsang peningkatan hormon testosteron dibandingkan olahraga aerobik. Sebab itu, kombinasi kedua jenis olahraga tersebut menjadi pilihan yang disarankan untuk mendukung kesehatan hormonal pria.
“Karena ya, penelitian menunjukkan kalau dibandingkan, ternyata olahraga yang dapat meningkatkan hormon testosteron alias hormon yang berperan untuk fungsi seksual pria ternyata adalah olahraga kekuatan,” ucapnya.
Dia menambahkan, salah satu tanda yang kerap dirasakan pria setelah rutin menjalani latihan kekuatan adalah meningkatnya gairah seksual. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan peningkatan kadar hormon testosteron dalam tubuh.
“Bahkan ya, kalau kita sudah rajin olahraga, biasanya setiap habis kita olahraga kekuatan, pria-pria pasti akan merasakan kalau dia merasa sange-nya (gairah seksualnya) itu semakin meningkat,” katanya.
Ulasan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan hormonal tidak cukup hanya dengan aktivitas kardio. Mengombinasikan olahraga aerobik dan latihan kekuatan secara rutin dapat menjadi strategi yang lebih efektif untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung fungsi seksual pria.










