Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat

Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 28 Mei 2026 - 07:30
share

Bekerja hingga larut malam atau menjalani shift malam memang sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Namun di balik tuntutan pekerjaan tersebut, ternyata ada risiko kesehatan serius yang mengintai, mulai dari gangguan metabolik hingga penyakit jantung.

Dokter yang kerap membagikan edukasi kesehatan di platform X, Adam Prabata, membahas dampak kerja shift malam terhadap kesehatan tubuh. Dalam cuitannya, dr. Adam mengungkap bahwa kerja malam secara rutin dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama bagi mereka yang sudah memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi.

“Kerja shift malam ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan metabolik,” tulis Adam.

Baca Juga : Wanita yang Sering Bekerja Lembur Berisiko Diabetes

Ia menjelaskan, berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 36 ribu orang dengan hipertensi, mereka yang bekerja shift malam sebanyak 1 hingga 10 kali per bulan memiliki risiko 14 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan gangguan metabolik dibandingkan orang yang tidak pernah bekerja malam.Risiko tersebut bahkan meningkat menjadi 19 persen pada orang yang menjalani shift malam lebih dari 10 kali dalam sebulan.

Menurut dr. Adam, kondisi ini terjadi karena kerja malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis alami yang mengatur siklus tidur, hormon, metabolisme, hingga tekanan darah.

“Kerja pada malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian, mempengaruhi kualitas tidur, metabolisme glukosa, dan regulasi tekanan darah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dampak tersebut bukan disebabkan oleh satu atau dua kali begadang, melainkan akibat akumulasi jangka panjang dari pola kerja malam yang terus-menerus.

Baca Juga : Simak! Ini 4 Cara Atasi Stres Saat BekerjaSelain memengaruhi kualitas tidur, gangguan ritme sirkadian juga membuat tubuh lebih sulit mengatur gula darah dan tekanan darah secara optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes melitus hingga penyakit jantung.

Cuitan tersebut pun menuai beragam reaksi dari warganet, terutama para pekerja yang terbiasa menjalani shift malam. Banyak yang mengaku mulai lebih sadar akan pentingnya menjaga pola tidur, pola makan, dan waktu istirahat di tengah jadwal kerja yang tidak menentu.

“Wah gini dong dok, langsung kasih angkanya biar orang sadar. Kerja shift malam emang enak duitnya, tapi tubuh pelan-pelan yang kena,” tulis akun X @NalarTum***.

“Huaa, makanya sering doping vitamin dan sebisa mungkin jaga pola hidup. Bayangin abis dinas malam, besoknya lanjut pelatihan CT-Cardiac, menyala badankuu,” tulis akun X @Pita****.

Topik Menarik