Hindari Risiko Jatuh,  Lansia Justru Tetap Perlu Olahraga

Hindari Risiko Jatuh, Lansia Justru Tetap Perlu Olahraga

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 28 Mei 2026 - 06:30
share

Memasuki usia lanjut bukan berarti tubuh harus berhenti aktif bergerak. Justru, rutin melakukan aktivitas fisik menjadi salah satu kunci penting agar lansia tetap sehat, mandiri, dan terhindar dari risiko jatuh yang kerap mengancam kualitas hidup di usia senja.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Antonius Andi Kurniawan mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap usia lanjut sebagai alasan untuk berhenti berolahraga. Padahal, aktivitas fisik yang tepat justru dibutuhkan untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Menurut dr. Andi, olahraga untuk lansia tidak harus berat atau dilakukan di pusat kebugaran. Gerakan sederhana yang dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi tubuh sudah cukup membantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan, serta mobilitas tubuh.

Baca Juga : Cedera Berat pada Lansia, Penanganan Tepat dan Cepat Kunci Keberhasilan Pengobatan“Jutaan orang Indonesia yang ingin mulai hidup aktif, mulai dari lansia hingga pekerja kantoran dengan keluhan fisik, sering kali tidak pernah diajarkan cara berlatih atau mengelola kondisi tubuh dengan benar,” ujarnya saat peluncuran platform kesehatan ResepGerak.ID.

Salah satu manfaat utama olahraga bagi lansia adalah membantu menurunkan risiko jatuh. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat menyebabkan cedera, patah tulang, hingga menurunkan kualitas hidup pada usia lanjut.Manfaat tersebut juga dirasakan oleh Pembina Yayasan Alzheimer Indonesia, Yaya Suharya, yang hingga usia 97 tahun masih rutin melakukan aktivitas fisik.

Ia mengaku tetap merasa sehat, bugar, dan mandiri berkat konsistensi bergerak setiap hari. Bahkan, aktivitas fisik membantunya mengurangi risiko jatuh meski usianya hampir mencapai 100 tahun.

Baca Juga : Alasan Lansia Sering Mengalami Kaki Bengkak, Begini Cara Mengatasinya“Dengan aktivitas ini, saya merasa sehat, bugar, dan mandiri, serta yang paling penting mengurangi risiko jatuh,” ujarnya.

Selain menjaga kondisi fisik, aktivitas gerak juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental lansia. Sayangnya, kesadaran akan hal ini masih rendah karena banyak orang baru mulai berolahraga setelah mengalami berbagai masalah kesehatan.

Padahal, para ahli menilai aktivitas fisik seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Lansia pun tidak disarankan bergerak sembarangan, melainkan mengikuti pola olahraga yang tepat dan berbasis ilmiah.

Pada akhirnya, kunci menjaga tubuh tetap sehat di usia lanjut bukanlah olahraga berat, melainkan konsistensi untuk terus aktif bergerak setiap hari.

Topik Menarik