Jarang Ganti Sprei Bikin Skincare Mahal Tak Berguna, Sarung Batal Bisa Lebih Kotor dari Dudukan Toilet
JAKARTA, iNews.id - Tren penggunaan skincare hingga 10 langkah kini semakin populer di kalangan masyarakat. Namun, rutinitas perawatan kulit yang panjang ternyata tidak selalu efektif jika kebersihan tempat tidur justru diabaikan.
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr Ayman Alatas mengingatkan kebiasaan jarang mencuci sprei dan sarung bantal dapat memengaruhi kesehatan kulit. Ini dia sampaikan melalui akun media sosial X miliknya.
Menurut dr Ayman, banyak orang rajin memakai skincare mahal dan berlapis-lapis, tetapi lupa menjaga kebersihan tempat tidur yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kulit wajah selama berjam-jam saat tidur.
“Skincare 10 langkah, tapi sprei dicuci sebulan sekali?” tulis dr Ayman dalam cuitannya.
Dia menjelaskan, sprei dan sarung bantal bisa menjadi tempat menumpuknya bakteri, sel kulit mati, keringat, hingga tungau debu. Setelah satu minggu tidak dicuci, sprei disebut dapat mengandung jutaan colony-forming unit (CFU) bakteri per inci persegi.
Bahkan, jumlah bakteri pada sarung bantal disebut bisa lebih banyak dibanding dudukan toilet jika digunakan selama seminggu tanpa dicuci. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu berbagai masalah kulit dan membuat skincare tidak bekerja optimal.
“Semua produk skincare itu bekerja di kulit yang setiap malam bersentuhan langsung dengan sarang mikroba yang sama,” katanya.
Sebab itu, dr Ayman menyarankan agar sprei dan sarung bantal dicuci minimal satu minggu sekali untuk menjaga kebersihannya. Frekuensi mencuci juga dianjurkan lebih sering bagi orang yang mudah berkeringat, sedang sakit, atau tidur bersama hewan peliharaan.
“Skincare yang mahal tidak akan optimal kalau permukaan tempat tidurmu tidak ikut dijaga kebersihannya,” ujar dr Ayman.
Selain rutin mencuci sprei, menjaga kebersihan handuk wajah serta mengganti sarung bantal secara berkala juga dinilai penting untuk membantu menjaga kesehatan kulit.










