Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100

Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100

Nasional | sindonews | Selasa, 26 Mei 2026 - 22:37
share

Peneliti dari Swiss German University (SGU) Della Rahmawati masuk 100 daftar Asian Scientist Magazine. Penghargaan itu merupakan kontribusi signifikan dalam bidang sains, inovasi, serta kepemimpinan di dunia akademik maupun industri.

Capaian ini menambah rekam jejak internasional dari perempuan yang kini menjabat Kepala Program Studi S1 Food Technology SGU. Sebelumnya, pada 11 November 2024, Della juga menerima penghargaan bergengsi L'Oreal-UNESCO For Women in Science Award atas penelitiannya mengenai solusi nutrisi bagi ibu hamil dan anak-anak di Indonesia melalui pemanfaatan pangan lokal.

Baca juga: Peneliti Indonesia Kembali Temukan Jenis Baru Rafflesia

Sejak tahun 2014, Della berfokus pada penelitian sumber pangan lokal bernutrisi tinggi yang mudah diakses masyarakat. Penelitiannya mencakup pengembangan produk pangan inovatif seperti taburan mirip nori furikake berbahan kelakai, tanaman paku liar khas Palangkaraya, serta tempe non-kedelai berbahan kacang non-kedelai.

“Kedua bahan tersebut memiliki kandungan nutrisi penting dan menunjukkan potensi besar kekayaan hayati Indonesia dalam mendukung kesehatan masyarakat,” ujar Della, Selasa (26/5/2026).Dalam proses penelitiannya, Della melakukan eksplorasi langsung ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mempelajari karakteristik kelakai di habitat aslinya, mulai dari tanah mineral hingga kawasan hutan gambut.

Penelitian lapangan tersebut bahkan membawanya menjangkau daerah terpencil menggunakan perahu kecil untuk mengambil sampel tanaman. “Melihat langsung keragaman sumber daya alam Indonesia membuka perspektif baru mengenai besarnya potensi pangan lokal yang kita miliki,” katanya.

Saat ini, penelitian Della juga berkembang ke bidang metabolomik dan pengembangan produk pangan berbasis sayuran lokal. Bersama tim peneliti SGU, dia tengah mengembangkan produk furikake berbahan kelakai dan sayuran lokal lainnya dalam skala terbatas.

Selain itu, penelitian terkait pemanfaatan tempe gembus dan eksplorasi pangan fermentasi lokal juga terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan alternatif pangan sehat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Rektor Swiss German University Assoc Prof Dr Dipl-Ing Samuel P Kusumocahyo mengapresiasi pencapaian tersebut. “Swiss German University sangat bangga memiliki peneliti seperti Della Rahmawati. Penelitiannya tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap tantangan sosial, khususnya di bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Bagi Della, penelitian bukan hanya tentang publikasi ilmiah, tetapi juga tentang menciptakan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Melalui inovasi dan dedikasinya, Della menjadi representasi kontribusi ilmuwan perempuan Indonesia dalam menjawab tantangan nasional melalui riset, inovasi, dan pengembangan teknologi pangan berkelanjutan.

Topik Menarik