Penanaman 1.000 Pohon di Cipanas, Jumhur: Kesejahteraan dan Perlindungan Lingkungan Harus Seimbang

Penanaman 1.000 Pohon di Cipanas, Jumhur: Kesejahteraan dan Perlindungan Lingkungan Harus Seimbang

Nasional | sindonews | Jum'at, 22 Mei 2026 - 13:32
share

Sebanyak 1.000 pohon ditanam di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026) siang sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem. Kegiatan itu dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Paguyuban Petani Cianjur (PPC).

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menjelaskan, kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata para petani dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. “Kegiatan menanam hari ini adalah sumbangsih dari teman-teman petani. Bagaimana kita memastikan keadilan agraria bisa sejalan dengan usaha-usaha kita untuk menjaga daya dukung lingkungan hidup,” kata Dewi.

Sementara itu, Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan.

Baca juga: Sambut Libur Panjang Iduladha, KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 9 Kereta Api Tambahan

“Menanam pohon berarti menanam masa depan. Upaya menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” kata Jumhur.

Menteri LH juga menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan hidup harus berjalan secara seimbang. Karena itu, pemanfaatan lahan produktif perlu diarahkan tidak hanya untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian lingkungan hidup.

Jumhur menegaskan, masyarakat yang hidup dan bergantung pada alam merupakan pihak yang memiliki kedekatan paling kuat dengan lingkungan, sehingga harus menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ekosistem.

"Karena itu, perlindungan lingkungan hidup tidak boleh dilakukan dengan mengesampingkan masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar kawasan tersebut," tegas Jumhur.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe, turut mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Topik Menarik