Menhub Absen, Komisi V DPR Tunda Raker Bahas Tragedi Bekasi Timur

Menhub Absen, Komisi V DPR Tunda Raker Bahas Tragedi Bekasi Timur

Nasional | sindonews | Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06
share

Komisi V DPR menunda rapat kerja (raker) untuk membahas tragedi insiden tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL, Rabu (13/5/2026). Keputusan ini diambil lantaran Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi absen dalam forum tersebut.

Keputusan itu bermula kala Ketua Komisi V DPR Lasarus menyampaikan, pihaknya telah menerima surat dari Menteri Perhubungan dengan nomor UM.004/1/9/PHP/2026 terkait permohonan pendelegasian dan penjadwalan ulang Raker Komisi V DPR RI tanggal 13 Mei 2026.

"Inti dari surat ini Kementerian Perhubungan minta penjadwalan ulang rapat ini," terang Lasarus dalam rapat.

Baca juga: Sopir Taksi Green SM yang Kecelakaan di Bekasi Timur Baru 2 Hari Bekerja, 1 Hari Pelatihan Mobil Listrik

Setelahnya, Lasarus meminta pandangan para anggota Komisi V DPR RI dari 7 fraksi terhadap ketidakhadiran Menhub Dudy. Lantas, mayoritas anggota meminta agar rapat ditunda.

"Jadi saya ingin sampaikan Pak Menteri apalagi mitra kerja Komisi V kan pasti sahabat kita ya, kita doakan semoga beliau cepat sembuh amin ya, bisa cepat hadir di rapat ini di waktu yang akan datang ya. Tapi demi aturan rapat ini terpaksa kita tunda dulu ya," kata Lasarus sambil mengetuk palu.

Sekadar informasi, kecelakaan tragis antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menyisakan duka mendalam. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, yang seluruhnya merupakan penumpang dari gerbong khusus wanita.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan dugaan awal penyebab kecelakaan. Peristiwa ini diduga bermula dari insiden tabrakan sebuah taksi Green SM di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85.

Menurutnya, tabrakan tersebut kemungkinan memicu gangguan pada sistem persinyalan di area Stasiun Bekasi Timur, sehingga berujung pada kecelakaan antar kereta yang tidak dapat dihindari.

“Kejadian terjadi sekitar pukul 21.00, diawali dengan temperan taksi di JPL 85 yang diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur,” ujar Bobby, Selasa (28/4/2026).

Topik Menarik