MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Usai Tuai Polemik

MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Usai Tuai Polemik

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 12 Mei 2026 - 14:16
share

MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang menuai kontroversi di media sosial.

Dalam pernyataan resminya, dikutip dari Instagram resmi MPR, dikutip Selasa (12/5/2026), MPR RI mengakui adanya kelalaian Dewan Juri yang memicu polemik dalam proses penilaian pada salah satu sesi perlombaan. Sebagai tindak lanjut, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC yang bertugas pada kegiatan tersebut.

Baca juga: KPAI Soroti Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Ingatkan Prinsip Adil dan Nondiskriminatif

“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” demikian pernyataan resmi MPR RI.

MPR RI menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.Terkait ramainya pemberitaan mengenai penilaian jawaban peserta dalam lomba tersebut, MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek teknis pelaksanaan kegiatan. Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan.

Baca juga: Sosok Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR yang Viral dan Disorot Netizen

Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan LCC Empat Pilar ke depan dapat berlangsung lebih profesional, transparan, dan akuntabel serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan kebangsaan.

Selain itu, MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar.

“MPR RI berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh demi menjaga pelaksanaan lomba yang lebih profesional, objektif, transparan, dan akuntabel ke depannya,” tulis pernyataan tersebut.Baca juga: Viral Keputusan Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, Pimpinan MPR Minta Maaf

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Anggota MPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut menyampaikan keprihatinannya atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Politikus Partai Golkar itu menilai kegiatan yang melibatkan pelajar harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan sportivitas agar semangat kompetisi pendidikan tetap terjaga.

Hetifah juga mendorong agar pelaksanaan lomba di Kalimantan Barat dapat dievaluasi secara menyeluruh, termasuk membuka ruang untuk pertandingan ulang guna menjaga objektivitas hasil kompetisi.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan peserta maupun masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan MPR RI.“Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius. Mereka datang membawa semangat belajar dan kompetisi yang sehat. Karena itu, proses lomba juga harus benar-benar memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta,” ujar Hetifah.

Hetifah juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta yang merasa dirugikan, khususnya siswa dari SMAN 1 Pontianak. Ia berharap polemik ini tidak mematahkan semangat para pelajar untuk terus aktif mengikuti kegiatan pendidikan, kebangsaan, dan pengembangan karakter.

“Kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini mengurangi antusiasme anak-anak terhadap kegiatan positif yang selama ini menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kompetisi yang sehat,” katanya.

Topik Menarik