Salah Fatal, Komisi X DPR Desak Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diulang

Salah Fatal, Komisi X DPR Desak Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diulang

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 12 Mei 2026 - 14:28
share

Polemik penilaian juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat masih jadi sorotan. Bahkan Ketua Komisi X DPR pun meminta lomba tersebut digelar ulang.

Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Anggota MPR RI, Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinannya atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Baca juga: KPAI Soroti Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Ingatkan Prinsip Adil dan Nondiskriminatif

Politikus Golkar itupun menilai kegiatan yang melibatkan pelajar harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan sportivitas agar semangat kompetisi pendidikan tetap terjaga.

Hetifah juga mendorong agar pelaksanaan lomba di Kalimantan Barat dapat dievaluasi secara menyeluruh, termasuk membuka ruang untuk pertandingan ulang guna menjaga objektivitas hasil kompetisi. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan peserta maupun masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan MPR RI.Baca juga: Viral Keputusan Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, Pimpinan MPR Minta Maaf

Menurut Hetifah, antusiasme para siswa dalam mengikuti lomba tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman Empat Pilar MPR RI. Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari teknis perlombaan hingga proses penilaian, harus dilakukan secara profesional dan akuntabel.

“Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius. Mereka datang membawa semangat belajar dan kompetisi yang sehat. Karena itu, proses lomba juga harus benar-benar memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta,” ujar Hetifahmelaluii siaran pers, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Sosok Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR yang Viral dan Disorot Netizen

Selain itu, Hetifah menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta yang merasa dirugikan, khususnya siswa dari SMAN 1 Pontianak. Ia berharap peristiwa ini tidak mematahkan semangat para pelajar untuk terus aktif mengikuti kegiatan pendidikan, kebangsaan, dan pengembangan karakter.“Kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini mengurangi antusiasme anak-anak terhadap kegiatan positif yang selama ini menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kompetisi yang sehat,” katanya.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi bersama agar ke depan pelaksanaan kegiatan serupa dapat berlangsung lebih baik. Menurutnya, kesiapan panitia, sistem penjurian, hingga mekanisme pengawasan perlu diperkuat agar tidak terjadi kembali persoalan yang dapat mencederai semangat peserta.

Hetifah optimistis MPR RI akan melakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola kegiatan sehingga lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tetap menjadi wadah edukatif yang kredibel dan membanggakan bagi pelajar di seluruh Indonesia.

Topik Menarik