Disebut Menghasut, Ade Armando: Saya Bersumpah Tidak Melakukan Itu untuk Menista Pak JK
Pegiat Media Sosial Ade Armando bersumpah tak menistakan Mantan Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) saat komentari video ceramah terkait "mati syahid." Ia menerangkan, siniar yang membahas ceramah JK ditujukan untuk mengingatkan bahwa tak ada agama mana pun yang "halalkan" membunuh umat agama lain.
Hal itu diungkapkan Ade dalam program Interupsi bertajuk "Dituding Fitnah JK, 40 Ormas Laporkan Ade Armando Cs," yang disiarkan iNews TV, Kamis (7/5/2026). Mulanya, juru bicara Aliansi Ormas Islam Syaefullah Hamid menilai, tindakan Ade telah mencoba framming JK. Hal itu merujuk siniar Ade Armando pada menit 11.44.
"Ada beberapa pernyataan-pernyataan Bung Ade, termasuk juga dua host, saya ambil kutip di menit 11, kurang lebih menit 11.44. Bung Ade ada membuat pertanyaan retorik memang, tapi itu pasti punya maksud. 'Ngapain sih Pak JK jelek-jelekan Kristen?' Eh, ingat enggak Bung Ade? Saya nonton," terang Syaefullah.
Baca juga: Aliansi Ormas Islam Minta Ade Armando hingga Grace Natalie Dipecat dari Kursi Komisaris BUMN
"Intinya, itu di-framing seolah-olah Pak JK itu menista agama Kristen. Seolah-olah omongan yang dikutip oleh Bung Ade itu, itulah makna sebenarnya yang disampaikan Pak JK. Padahal tidak. Itu kan ada potongan video di akhir yang jelas sikap Pak JK seperti apa," tambahnya.Merespons itu, Ade Armando bersumpah tak pernah terbesit untuk menista JK dalam siniarnya. Ia menjelaskan, siniar yang membahas ceramah JK ditujukan untuk mengingatkan bahwa tak ada agama manapun yang "halalkan" membunuh umat agama lain.
"Jadi saya bersumpah bahwa saya tidak melakukan itu untuk menista Pak JK. Saya mengatakan itu untuk mengingatkan bahwa tidak benar ada ajaran baik dalam Alkitab maupun Al-Qur'an yang mengatakan bahwa masing-masing agama itu membunuh agama lain," terang Ade.
Ade menjelaskan, siniar itu dibuat pada 9 April 2026 yang merespon beredarnya potongan video ceramah JK pada 8 April 2026. "Yang pada 8 April itu memang hanya 2 menit itu yang diangkat, ya. Sehingga kami mengomentari yang 2 menit itu, bukan yang 40 menit atau berapa yang panjang, yang lengkap itu," terang Ade.










