Lebaran Betawi Kampung Tanah 80 Klender Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan
Perayaan Lebaran Betawi di RW 08 Kampung Tanah 80, Klender, Jakarta Timur menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya Betawi di tengah masyarakat. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur warga, mulai dari pengurus lingkungan hingga generasi muda.
Pembina RW 08 Klender, Belly Bilalusalam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat hubungan sosial warga. Belly mengatakan, Lebaran Betawi ini juga sebagai ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
"Sebagai pembina kami tentu mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan ini, karena menjadi moment guyub antar warga sekaligus menjaga tradisi budaya Betawi dalam seni maupun kuliner kepada semua elemen masyarakat. Sukses acaranya, bahagia warganya, berkah kampungnya," kata Belly, Minggu (3/4/2026).
Baca juga: Pramono Sebut Lebaran Betawi Bukan Sekadar Perayaan Tahunan
Ketua Panitia Acara, Bang Syarif menjelaskan, perayaan ini bertujuan menghidupkan kembali budaya Betawi melalui berbagai pertunjukan seni dan kegiatan ekonomi masyarakat."Gelaran acara Lebaran Betawi RW 08 Kampung Tanah 80 Klender adalah menghidupkan kembali budaya dan adat Betawi ke warga masyarakat seperti pencak silat, palang pintu, serta lenong betawi, pada kesempatan ini juga kami menggelar bazar UMKM untuk warga," tuturnya.
Lihat video: Pramono Resmikan Lebaran Betawi, Berbagai Hiburan Disajikan untuk Pengunjung
Ketua RW 08 Klender Azis Firman menuturkan, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan perdana dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat."Lebaran Betawi yang kami selenggarakan ini adalah perdana kami buat yang melibatkan seluruh stakeholders RW, RT, Karang Taruna, dan masyarakat," tuturnya.
Dukungan juga datang dari kalangan pemuda. Ketua Karang Taruna RW 08 Klender, Haryo, menyebut kegiatan ini mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk menjaga budaya daerah.
"Kegiatan ini menambah ghiroh kami anak-anak muda untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Betawi," kata Haryo.
Acara ini turut dihadiri Camat Duren Sawit, Kelik, serta Lurah Klender Rachman. Keduanya menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung penyelenggaraan Lebaran Betawi di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas.
Dengan beragam rangkaian kegiatan seperti pertunjukan seni tradisional hingga bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perayaan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.








