Kongres FIFA Berjalan Panas, Presiden Federasi Palestina Tolak Jabat Tangan Wakil Israel

Kongres FIFA Berjalan Panas, Presiden Federasi Palestina Tolak Jabat Tangan Wakil Israel

Olahraga | sindonews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 05:21
share

Ketegangan mewarnai FIFA yang digelar di Kanada. Presiden Palestine Football Association, Jibril Rajoub, menolak berdiri berdampingan dengan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman, dalam momen yang berlangsung di atas panggung.

Kedua perwakilan sebelumnya dipanggil oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk maju bersama. Namun, Rajoub menolak mendekat meski Infantino sempat memberi isyarat agar keduanya berdiri berdekatan.

Menurut Wakil Presiden PFA, Susan Shalabi, penolakan tersebut dilatarbelakangi sikap politik dan kondisi yang tengah dialami Palestina. Ia menyebut Rajoub tidak bersedia berjabat tangan dalam situasi yang dianggap bertentangan dengan pesan yang disampaikan sebelumnya.

رئيس الأتحاد الدولي لكرة القدم جياني إنفانتينو طلب من رئيس الاتحاد الفلسطيني جبريل الرجوب أن يصافح رئيس الأتحاد الإسرائيلي لكرة القدم لتعزيز السلام والوحدة،رفض الفلسطيني بشكل قاطع وغادر المسرح pic.twitter.com/IX5kioWGiy

— Hayder (@hay23DS) April 30, 2026
Infantino kemudian mencoba meredakan suasana dengan mengajak kedua pihak untuk bekerja sama. Ia menekankan pentingnya kolaborasi demi masa depan, khususnya untuk generasi muda, sambil mengakui bahwa situasi yang dihadapi sangat kompleks.

Insiden ini terjadi tak lama setelah PFA kembali menyuarakan keberatan terkait klub-klub Israel yang berbasis di wilayah Tepi Barat. Pihak Palestina menilai klub-klub tersebut tidak semestinya berkompetisi di bawah liga yang dijalankan Israel Football Association.

Sebelumnya, PFA juga telah mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport terkait keputusan FIFA yang tidak menjatuhkan sanksi kepada federasi Israel. FIFA sendiri beralasan bahwa status hukum wilayah tersebut masih menjadi isu yang belum tuntas dalam hukum internasional.

Peristiwa di kongres ini kembali menegaskan bahwa konflik di luar lapangan masih memberi dampak nyata dalam dunia sepak bola internasional, bahkan di forum resmi seperti FIFA.

Topik Menarik