President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset

President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 27 April 2026 - 17:46
share

President University secara resmi mengukuhkan tiga Guru Besar baru dalam dua sesi terpisah sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kualitas akademik serta kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan internasional.

Sesi pertama pengukuhan dilaksanakan pada 8 April 2026 di President Executive Club dengan mengukuhkan Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja sebagai Guru Besar.

Sementara itu, sesi kedua digelar pada 21 April 2026 di Auditorium Charles Himawan, President University Main Campus, dengan mengukuhkan dua Guru Besar sekaligus, yakni Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul dan Prof. Jhanghiz Syahrivar.

Baca juga: Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair

Dalam sambutannya, M. Samsuri, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menegaskan bahwa pencapaian jabatan Guru Besar bukan sekadar prestasi personal, tetapi juga kontribusi strategis bagi institusi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas akademik, termasuk menjunjung tinggi kejujuran dalam publikasi ilmiah serta menghindari plagiasi, fabrikasi, dan falsifikasi data.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa peran dosen tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab profesional seorang pendidik.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman turut menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tersebut. Ia menilai pencapaian Guru Besar merupakan bentuk pengakuan atas jabatan akademik tertinggi dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, dari sekitar 333.000 dosen di Indonesia, hanya sekitar 12.000 atau sekitar 3 persen yang berhasil meraih jabatan Guru Besar.

“Kami sangat berbahagia dapat menyaksikan pengukuhan Guru Besar di President University. Ini merupakan bentuk pengakuan atas capaian akademik tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (27/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa dari 415 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten, hanya 19 yang berstatus unggul, dan President University termasuk di dalamnya. Keberadaan Guru Besar menjadi salah satu indikator penting dalam pencapaian tersebut.Pendiri President University sekaligus CEO PT Jababeka Tbk., SD Darmono, menegaskan bahwa sejak awal didirikan, President University dirancang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia profesional.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis, termasuk pengalaman kerja, kemampuan berbahasa Inggris, serta kesiapan berinteraksi di lingkungan internasional.

“Kami ingin lulusan President University memiliki ilmu, keterampilan, pengalaman kerja, serta terbiasa bergaul dalam lingkungan global. Mereka harus nasionalis, tetapi tidak sempit, dan memiliki wawasan internasional agar mampu mendorong kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan President University, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, menilai capaian dalam melahirkan Guru Besar merupakan indikator penting kualitas akademik. Hingga saat ini, President University telah memiliki delapan Guru Besar, sebuah pencapaian yang tidak mudah di tengah ketatnya persyaratan akademik di Indonesia.

“Kami berharap semakin banyak Guru Besar yang lahir dari President University, sehingga kualitas riset semakin berkembang dan President University dapat menjadi kebanggaan, bahkan menjadi ‘bunga’ yang tumbuh di kawasan Jababeka,” ungkapnya.Sementara itu, Rektor President University, Handa Abidin menyoroti makna simbolis dari pengukuhan kali ini. Ia mengungkapkan bahwa salah satu profesor yang dikukuhkan, Prof. Jhanghiz, merupakan alumni President University angkatan pertama yang kini kembali sebagai profesor.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa President University tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan akademisi dari alumninya sendiri. Ia juga menyebut capaian tersebut menjadikan Prof. Jhanghiz sebagai profesor termuda di LLDIKTI Wilayah IV.

Menutup sambutannya, Rektor berharap kontribusi para Guru Besar dapat melampaui batas institusi dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia maupun dunia.

Topik Menarik