Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

Gaya Hidup | okezone | Senin, 27 April 2026 - 20:19
share

JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indonesia pada 27–29 April 2026. Kegiatan ini juga dihadirkan melalui platform digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap konten budaya.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan ruang digital dalam memperkenalkan budaya, yang melibatkan kolaborasi antara pelaku industri kreatif, platform teknologi, dan institusi kebudayaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemanfaatan platform digital untuk pelestarian dan promosi budaya terus berkembang. UNESCO dalam laporan “Culture: The Missing SDG” menyebut budaya sebagai elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Industri budaya dan kreatif juga disebut berkontribusi lebih dari 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) global.

Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha D., mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas jangkauan promosi budaya Indonesia.

“Kami mengapresiasi inisiatif ini dalam mendukung kreator mempromosikan kebudayaan Indonesia melalui platform digital. Kehadiran karakter seperti NYOTA menunjukkan bagaimana medium kreatif dapat menjembatani budaya tradisional dan platform digital,” ujarnya.

Livestream Operations Manager TikTok LIVE Indonesia, Michael Tan, mengatakan platform digital memungkinkan kreator menyampaikan cerita budaya secara lebih luas melalui interaksi daring.

Ia menyebut keterlibatan komunitas digital dapat memperkuat penyebaran konten berbasis budaya lokal.

Dari pihak POP MART, Country Head POP MART Indonesia, Johan Sebastian, menyampaikan bahwa karakter kreatif yang dihadirkan dalam kolaborasi ini mengadaptasi unsur budaya Indonesia, seperti motif batik, wayang, serta sejumlah ikon lanskap seperti Monumen Nasional, Gunung Bromo, dan Terasering Tegalalang.

“Karakter ini dihadirkan untuk memperluas interpretasi budaya melalui karya kreatif,” ujarnya.

Selain ditampilkan dalam pameran di Museum Nasional Indonesia, karakter tersebut juga diintegrasikan dalam platform digital dalam bentuk aktivitas interaktif bagi pengguna.

Kepala Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Esti Nurjadin, mengatakan museum dapat menjadi ruang kolaborasi antara sejarah, seni, dan ekspresi digital.

Ia menilai inisiatif tersebut dapat menjadi sarana pengenalan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, platform digital yang terlibat juga mencatat peningkatan aktivitas pengguna di Indonesia. Jumlah tayangan siaran langsung dilaporkan meningkat lebih dari 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara interaksi berupa komentar dan suka naik sekitar 60 persen.

Topik Menarik