Pemerataan Energi Bersih lewat 70 Ribu Jaringan Transmisi Pintar, Hashim Ajak Siap Hadapi Transisi Energi

Pemerataan Energi Bersih lewat 70 Ribu Jaringan Transmisi Pintar, Hashim Ajak Siap Hadapi Transisi Energi

Ekonomi | sindonews | Senin, 20 April 2026 - 17:44
share

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo membekali generasi muda dengan visi besar memimpin transisi energi dunia sembari memacu ekonomi nasional hingga 8. Pesan kuat bagi masa depan Indonesia menggema di Aula Manggala Wanabakti saat peringatan Paskah yang penuh khidmat.

Hashim menyebut transisi energi bukan sekadar tanggung jawab moral, melainkan mesin penggerak ekonomi nasional yang ditargetkan tumbuh hingga 8 per tahun. Guna mewujudkan pemerataan energi bersih hingga ke pelosok, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan 70.000 kilometer jaringan transmisi pintar. Hashim menekankan bahwa langkah ini membutuhkan aksi nyata pendanaan hijau yang tepat sasaran.

"Indonesia siap memimpin dengan menekan emisi menuju nol pada 2060. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan penguatan swasembada energi," tegas Hashim.

Baca Juga: Siapkan SDM di Masa Transisi Energi

Tantangan global yang dihadapi generasi muda rupanya tidak berhenti pada sektor energi, tetapi juga merambah pada disrupsi digital dan moralitas. Menteri Hukum dan HAM periode 2019-2024, Yasonna Laoly, yang turut hadir sebagai pembicara, mengingatkan bahwa penguasaan teknologi mutlak harus dibarengi dengan karakter yang kuat. "Tanpa integritas, potensi besar justru bisa merusak masyarakat," ujar Yasonna mengingatkan.

Selain energi dan hukum, ketahanan pangan di era digital juga menjadi sorotan utama dalam membekali pemuda PWGSU. Staf Khusus Menko Perekonomian, Raden Pardede mendorong modernisasi pertanian berbasis teknologi agar produktivitas petani meningkat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Kerja Sama RI-Jepang Buka Jalan Transisi Hijau, Ekonom: Momentum Perkuat Ketahanan Energi

Visi ini diperkuat oleh Senior Advisor ADB, Edimon Ginting, yang menekankan bahwa negara maju hanya bisa lahir dari generasi muda yang produktif dan memiliki pola pikir bertumbuh.

Rangkaian seminar kebangsaan ini ditutup dengan penegasan moral dari Rektor Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Pdt. Prof. Binsar Pakpahan. Ia berpesan agar generasi muda selalu mengambil keputusan berdasarkan etika dan integritas yang berdampak positif bagi masa depan bangsa.

Buatkan menjadi berita online yang sesuai dengan SEO dan judul yang mampu menarik banyak pembaca.

Topik Menarik