Harga Bitcoin Melonjak Imbas Tol Kripto, Indodax Soroti Dampak ke Ekonomi

Harga Bitcoin Melonjak Imbas Tol Kripto, Indodax Soroti Dampak ke Ekonomi

Ekonomi | sindonews | Rabu, 15 April 2026 - 17:53
share

Harga Bitcoin melonjak sekitar 6 hingga mendekati level USD75.000 pada awal pekan ini, dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu fenomena short squeeze di pasar kripto. Lonjakan tersebut dinilai mempertegas peran aset digital sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

"Kenaikan harga Bitcoin di tengah kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kripto semakin dipandang sebagai alternatif lindung nilai," ujar Vice President Indodax, Antony Kusuma, seperti dikutip, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:Pajak Kripto Capai Rp1,96 Triliun, Indodax Kontribusi 46

Penguatan harga kripto dipicu kebijakan Iran yang mewajibkan pembayaran "tol" dalam bentuk Bitcoin bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini menciptakan permintaan instan terhadap Bitcoin, sekaligus menjadi strategi untuk menjaga kelangsungan transaksi di tengah tekanan sanksi internasional.

Di sisi lain, lonjakan inflasi Amerika Serikat ke level 3,3 turut memperkuat minat investor terhadap aset alternatif. Kondisi tersebut mendorong diversifikasi portofolio ke instrumen seperti kripto, yang dinilai mampu menjaga nilai di tengah tekanan mata uang konvensional.

Pergerakan Bitcoin juga ditopang arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot yang mencapai sekitar USD1,94 miliar sepanjang Maret hingga April 2026. Dukungan likuiditas ini memperkuat struktur harga dan menjaga momentum penguatan dalam jangka pendek. Sentimen positif turut mengerek aset kripto lainnya. Ethereum tercatat naik sekitar 8 ke level USD2.380, diikuti Solana yang menguat 5,2 dan BNB yang naik 3,2, mencerminkan penguatan yang merata di pasar kripto.

Baca Juga:Demi Ekosistem Kripto yang Sehat, Indodax Dorong Regulasi bagi Influencer

Menurut Antony, dinamika ini menandai pergeseran peran kripto dari sekadar instrumen spekulatif menjadi bagian dari sistem ekonomi global. Ia menilai teknologi blockchain semakin relevan dalam mendukung transaksi lintas negara, termasuk dalam konteks geopolitik. Indodax mengingatkan volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto. Investor diimbau tetap mengedepankan manajemen risiko, mengingat pergerakan harga juga dipengaruhi faktor lain seperti kebijakan moneter, data ekonomi, serta dinamika likuiditas global.

Topik Menarik