Program Pertapreneur Aggregator Dongkrak Omzet UMK Capai Rp5,7 Miliar

Program Pertapreneur Aggregator Dongkrak Omzet UMK Capai Rp5,7 Miliar

Ekonomi | sindonews | Rabu, 1 April 2026 - 18:30
share

PT Pertamina (Persero) mencatat capaian positif dari program Pertapreneur Aggregator (PAG) dengan omzet mitra usaha mikro dan kecil (UMK) menembus Rp5,72 miliar hingga Maret 2026. Program ini dinilai mampu memperkuat ekosistem bisnis UMK melalui model kolaborasi berbasis agregator.

"Melalui Pertapreneur Aggregator, kami ingin mencetak pemimpin-pemimpin UMK yang adaptif dan mampu mengelola ekosistem bisnisnya secara efektif," ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga:BBM Non Subsidi Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Selisih Harga Sementara

Ia menjelaskan, program PAG dirancang untuk mendorong pelaku UMK tidak hanya mengembangkan usaha sendiri, tetapi juga berperan sebagai penghubung (aggregator) bagi UMK lain agar dapat mengakses pasar yang lebih luas serta memperkuat rantai pasok.

Pada 2026, program ini diikuti 10 UMK terpilih hasil kurasi nasional dari berbagai sektor, seperti makanan olahan, kesehatan, fesyen, hingga kerajinan. Para peserta mendapatkan pendampingan intensif berbasis riset dan teknologi guna mempercepat pertumbuhan usaha.

Melalui pendekatan tersebut, UMK memperoleh dukungan menyeluruh mulai dari penguatan model bisnis, validasi pasar, hingga analisis keuangan. Konsep agregator juga memungkinkan efek berganda, di mana pertumbuhan satu UMK dapat mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas UMK lain dalam jejaringnya.

Baca Juga:UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Premium di INACRAFT 2026

Salah satu peserta, Rendang Gadih, mencatat kinerja penjualan signifikan terutama selama Ramadan dengan omzet mencapai Rp5,72 miliar. Produk ini juga tengah memperluas pasar melalui rencana kerja sama dengan ritel modern dan skema co-branding.

Sementara itu, Bali Honey menunjukkan peningkatan kualitas produk, dengan tingkat madu yang memenuhi standar naik dari 34 persen menjadi 70 persen. Hingga Maret 2026, usaha tersebut membukukan omzet sebesar Rp648,7 juta dan terus menjajaki peluang ekspansi pasar.

Pertamina terus berkomitmen memperkuat program ini melalui pendampingan berkelanjutan, perluasan akses pasar, serta fasilitasi pembiayaan guna meningkatkan daya saing UMK di tingkat nasional maupun global.

Topik Menarik