Inflasi Maret 2026 Sentuh 0,41, BPS Sebut Terkendali

Inflasi Maret 2026 Sentuh 0,41, BPS Sebut Terkendali

Ekonomi | sindonews | Rabu, 1 April 2026 - 13:40
share

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,41 secara bulanan (month-to-month). Angka ini menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada Februari menjadi 110,95 pada Maret 2026.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat sebesar 3,48 dan secara tahun kalender inflasi tercatat 0,94. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan, bahwa meskipun terdapat kenaikan, angka inflasi bulanan ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,65 .

“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,07 dan memberikan andil inflasi sebesar 0,32 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini adalah ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng serta daging sapi,” jelas Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Bahaya Perang AS-Iran ke Kantong Warga RI: Harga BBM hingga Bahan Pokok Naik di Depan Mata

BPS memberikan catatan khusus pada kelompok transportasi di tengah momentum Ramadan dan Lebaran. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, tren inflasi selalu terjadi pada periode ini, kecuali pada tahun 2025.

Pada Maret 2026, kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antarkota menjadi pendorong utama pada kelompok transportasi. Namun, tekanan tersebut berhasil diredam oleh penurunan tarif angkutan udara.

Baca Juga: Perang Iran Picu Stagflasi, Ekonomi Global Mulai Terguncang

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antarkota dengan andil inflasi terhadap umum masing-masing 0,04 persen dan 0,03 persen. Tarif angkutan udara menjadi peredam inflasi pada kelompok ini dengan andil deflasi terhadap umum sebesar 0,03 persen,” jelas Ateng.

Kenaikan inflasi tahunan menjadi 3,48 salah satunya dipengaruhi oleh faktor teknis berupa low-base effect dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tahunan sebesar 7,24.

Meskipun angka tahunan terlihat lebih tinggi, BPS menegaskan bahwa dinamika harga secara umum tetap berjalan sesuai dengan tren fundamental ekonomi nasional.

Topik Menarik