Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun

Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun

Ekonomi | sindonews | Rabu, 1 April 2026 - 17:57
share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan setiap kenaikan harga minyak mentah dunia sebesar 1 dolar AS per barel menambah defisit APBN sekitar Rp6 triliun. Meski demikian, pemerintah memastikan postur fiskal 2026 tetap terjaga di bawah batas aman.

"Yang jelas, setiap 1 dolar per barel naik itu sekitar Rp6 triliun tambahan defisitnya. Tapi ini sudah kita hitung semua, bahkan dengan asumsi rata-rata 100 dolar per barel, defisit tetap kita kunci di bawah 3, sekitar 2,9, jadi tidak masalah," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga:Harga BBM Tak Naik, Purbaya Ungkap Subsidi Energi Bisa Bengkak Rp100 Triliun

Ia menegaskan, pemerintah telah mengantisipasi berbagai risiko fiskal, termasuk lonjakan harga energi global, sehingga kebijakan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tetap dapat dijalankan tanpa mengganggu stabilitas APBN.

Menurut dia, langkah mitigasi yang dilakukan mencakup optimalisasi penerimaan negara serta pengendalian belanja, sehingga ruang fiskal tetap memadai untuk menjaga defisit sesuai ketentuan undang-undang.

Purbaya juga menyinggung potensi efisiensi dari kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat, yang diperkirakan dapat menghemat kompensasi BBM hingga Rp6,2 triliun. Namun, ia menilai penghematan tersebut bersifat tambahan.

"Kalau itu kan nanti WFH hitungannya agak sulit ya, berapa persisnya. Tapi tanpa WFH pun defisit sudah kita tekan di 2,9, jadi kalau ada penghematan tambahan itu menjadi bonus," katanya.

Baca Juga:Tarif Listrik Resmi Tidak Naik sampai Bulan Juni 2026

Lebih lanjut, ia menyampaikan optimisme bahwa realisasi defisit APBN 2026 berpotensi lebih rendah dari target awal, seiring kinerja pendapatan negara yang menunjukkan tren positif.

Pemerintah, lanjutnya, juga memiliki sumber-sumber penerimaan baru yang dapat membantu menahan tekanan terhadap defisit, sebagaimana tercermin pada capaian tahun sebelumnya yang lebih baik dari perkiraan. Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menilai kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk gejolak harga energi dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Topik Menarik