H-4 Lebaran, 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.213.388 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-4 Lebaran 2026. Volume tersebut meningkat 20,9 persen dibandingkan lalu lintas normal, menandakan mulai meningkatnya arus mudik.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan angka tersebut telah mencapai 34,4 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan keluar dari Jakarta selama periode mudik tahun ini.
“Tren ini menunjukkan pergerakan masyarakat sudah mulai meningkat menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga:H-3 Lebaran 2026, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak Hampir 2 Kali Lipat
Distribusi lalu lintas didominasi arah Timur menuju Trans Jawa dan Bandung dengan total 612.956 kendaraan atau 50,5 persen dari keseluruhan volume. Angka ini melonjak 46,5 persen dibandingkan kondisi normal, dengan peningkatan signifikan di Gerbang Tol Cikampek Utama yang hampir dua kali lipat.Sementara itu, pergerakan ke arah Barat menuju Merak tercatat sebanyak 353.032 kendaraan atau naik 4,7 persen, sedangkan arah Selatan menuju Puncak mencapai 247.400 kendaraan, sedikit lebih rendah dibandingkan lalu lintas normal.
Lonjakan tajam terjadi pada H-4 Lebaran atau 17 Maret 2026, dengan total 221.978 kendaraan keluar Jabotabek, meningkat 68,1 persen dari kondisi normal. Menyikapi kondisi tersebut, Kepolisian Republik Indonesia mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way).
Baca Juga:Laju Kendaraan Pemudik di KM 129 Tol Cipali Melambat akibat Kendaraan Berhenti di Bahu Jalan
Kebijakan one way diterapkan mulai KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 ruas Tol Semarang–Solo sejak 17 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00, dengan pelaksanaan bersifat situasional berdasarkan diskresi kepolisian.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Jasa Marga juga mengoptimalkan pengoperasian jalur fungsional di sejumlah ruas tol guna mendistribusikan kendaraan secara lebih merata dan mengurangi kepadatan di jalur utama.
Rivan menambahkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Pengguna jalan diimbau merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi prima, serta memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy dan siaran Radio Travoy FM.










