KNMP di Bantul yang Digagas Prabowo Diapresiasi Nelayan
Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sangat diapresiasi oleh para nelayan di Kabupaten Bantul, DIY. Program yang dijalankan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ini mulai dirasakan manfaatnya oleh para nelayan dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan. Nelayan di sini sangat antusias dengan KNMP,” ujar Punijo, salah satu nelayan setempat saat Menteri Trenggono mengecek pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY, Rabu (4/3/2026).
Dia menuturkan, di Poncosari Bantul ada sekitar 150-an nelayan yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas menangkap ikan di laut. Hanya saja profesi ini tidak bisa berlangsung sepanjang musim.
Sebab, pantai selatan kerap diwarnai gelombang besar yang berbahaya jika dipaksa melaut. “Kendala di sini adalah gelombang besar,” kata Punijo.
Dia mengungkapkan, hasil tangkapan ikan nelayan selama ini tidak menentu. Saat sepi produksi ikan hanya sekitar 500 kilogram. Namun saat cuaca baik dan musim ikan, hasil tangkapan lebih banyak karena semua nelayan turun melaut.Punijo juga mengaku senang dengan adanya fasilitas perbengkelan untuk kapal nelayan karena selama ini untuk perawatan mesin kapal harus dilakukan sampai di luar daerah hingga Cilacap.
Namun kini dengan adanya pendampingan dari Kementerian dan Kelautan dan Perikanan para nelayan bisa memperbaiki kapal sendiri. “Di sini juga akan dilengkapi dengan layanan kuliner,” katanya.
Selain itu, keberadaan KMNP juga akan dilengkapi dengan produksi es dan lemari beku. Hal ini akan menjadi solusi bagi nelayan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan. “Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri, ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan lingkungan sekitar,” ungkap Punijo.
Sementara itu, Ketua KNMP Poncosari Paijan mengatakan, hadirnya KNMP ini sangat menguntungkan para nelayan karena mendapatkan 400 jaring, 10 kapal, dan 30 mesin yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan.
Adanya gerai kuliner juga akan meningkatkan perekonomian warga. Selama ini ikan hasil tangkapan nelayan hanya dijual kepada tengkulak. Nantinya ikan hasil tangkapan wajib dijual ke koperasi dan dibuat produk kuliner yang lebih bervariasi, sehingga menambah penghasilan para nelayan.Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengecek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY, Rabu (4/3/2026). Dia menegaskan, KNMP harus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para nelayan.
Trenggono menyebutkan, kunjungannya ini menjadi rangkaian perjalanannya mengecek KNMP di seluruh Indonesia. Di tahun 2025 ada sekitar 100 kampung nelayan yang dibangun. Salah satunya di DIY di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul.
“Ini bagian dari rangkaian perjalanan saya mengecek seluruh pembangunan KMNP. Sebelumnya dari NTT, NTB, Jawa Timur dan hari ini di DIY. Besok akan ke Jateng dan minggu depan ke Sulawesi,” kata Trenggono didampingi Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto.
Trenggono mengaku senang dengan progres pembangunan yang ada. Hal ini bisa dilihat dari seluruh bangunan yang cukup sempurna. Para nelayan juga antusias menerima program kampung nelayan.
Saat ini, ujar dia, KNMP Poncosari siap beroperasi dan tinggal pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Selain itu juga akan digulirkan program asuransi bagi nelayan agar mereka lebih nyaman ketika melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.“SPBN sedang kamu upayakan, dan nanti seluruh nelayan akan diberikan asuransi,” ujar Trenggono.
Di Kampung Nelayan ini, tambah dia, juga akan dilengkapi dengan pabrik es, gudang beku, kuliner, hingga perawatan kapal. Nantinya akan menggandeng investor untuk membantu proses pemasaran produk yang ada.
Lebih lanjut Trenggono mengatakan, program ini merupakan komitmen dari Presiden Prabowo yang konsisten membangun sektor kelautan, perikanan dan pangan.
Program KNMP ini menjadi bagian penting dalam program swasembada pangan. “Tahun depan akan dikembangkan lagi 1.000 KNMP sampai di daerah terpencil,” ujar Trenggono.
Di lokasi yang sama, Titiek Soeharto mengatakan, mengaku senang dengan dibangunnya KMNP di Poncosari. Bangunan yang ada cukup modern dan bagus. “Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk nelayan,” kata Titiek berharap.
Putri mantan Presiden Soeharto ini juga berpesan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar tegas dalam menjaga ketersediaan lobster. Sebab, di Gunungkidul banyak benih bening lobster, namun nelayan tidak berani menangkap karena dilindugi. Sementara yang terjadi dari luar ada yang menangkap dan dijual.
“Kami minta perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan agar ini ditertibkan. Jangan sampai BBL ini diselundupkan,” kata Titiek.









