Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter pada 5-8 Maret 2026
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan pada 5-8 Maret 2026.
Bibit Siklon Tropis 90S (11.7 LS 109.4 BT) di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Bibit Siklon Tropis 93S (16.3 LS 121.1 BT) di Perairan Australia Barat, dan Bibit Siklon Tropis 92P (15.0 LS 137.4 BT) di Teluk Carpentaria memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.
Hal ini mempengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 40 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah," tulis BMKG dalam keterangannya Kamis (5/3/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian tengah, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Selat Makassar bagian tengah, Laut Maluku.
Kemudian, di Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, Laut Banda, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian timur, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Sementara gelombang tinggi pada kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Laut Arafuru bagian utara, Laut Arafuru bagian tengah, dan Samudra Pasifik utara Maluku
Untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan NTT.
Cegah Tragedi Siswa SD di NTT Terulang, Mensesneg Minta Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata BMKG.









