Lupakan Range Rover! Ini 8 Mobil Off-Road Mewah yang Bisa Bikin Anggaran Daerah Hemat Triliunan

Lupakan Range Rover! Ini 8 Mobil Off-Road Mewah yang Bisa Bikin Anggaran Daerah Hemat Triliunan

Otomotif | sindonews | Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:46
share

Membelanjakan dana Rp8,5 miliar untuk Range Rover 3.0 LWB Autobiography dengan dalih butuh kendaraan tangguh guna meninjau jalan rusak di pelosok, adalah logika yang melukai akal sehat publik. Di tengah sorotan tajam masyarakat terhadap efisiensi anggaran pemerintah daerah, keputusan ini terasa sangat kontradiktif.

Jika membedah tren pasar otomotif pada 2026, logika “harga menentukan ketangguhan” yang digaungkan oleh pejabat daerah sudah usang. Saat ini, pasar otomotif telah dibanjiri kendaraan berpenggerak empat roda (4x4) ataupun All-Wheel Drive (AWD) yang menawarkan paduan sempurna antara kemewahan kabin kelas atas (premium) dan spesifikasi off-road tingkat ekstrem. Hebatnya, kendaraan-kendaraan ini ditawarkan dengan harga yang jauh lebih masuk akal, merobek narasi bahwa blusukan VVIP harus selalu identik dengan Range Rover.

Mari kita bedah pilihan mobil 4x4 mewah yang seharusnya bisa menghemat uang rakyat miliaran rupiah, tanpa perlu mengorbankan kenyamanan maupun keselamatan seorang kepala daerah.

Kasta Tertinggi: Kemewahan yang Lebih Rasional

Jika Pemprov Kalimantan Timur bersikeras mencari kasta tertinggi dari SUV premium (Premium/High-End SUV) 4x4, pasar memiliki rajanya sendiri. Pilihan paling rasional, logis, dan telah menjadi "seragam" tidak resmi pejabat tinggi di seluruh dunia adalah Toyota Land Cruiser 300. Ini adalah SUV premium ikonik yang memadukan kemampuan medan berat dengan kenyamanan tingkat tinggi. Harga Land Cruiser 300 VX-R 4x4 A/T dipatok di Rp2.635.400.000 hingga Rp2.641.500.000. Sementara untuk varian tertingginya yang berorientasi sport, yakni Toyota Land Cruiser 300 GR-S 4x4 A/T, dibanderol seharga Rp 2.712.400.000 hingga Rp 2.718.400.000.

Bayangkan efisiensi yang didapat: dengan anggaran Rp 8,5 miliar, sebuah instansi pemerintah bisa memboyong tiga unit Land Cruiser 300 GR-S sekaligus, dan masih memiliki kembalian ratusan juta rupiah.Bagi kepala daerah yang benar-benar berniat membelah hutan dan lumpur terdalam, Jeep Wrangler Rubicon 4-Door (edisi 2025) adalah jawaban mutlak. SUV ikonik dengan kemampuan off-road ekstrem ini bisa dibawa pulang dengan harga sekitar Rp 2,389 miliar. Kendaraan ini tidak butuh karpet merah; ia dirancang untuk disiksa di alam liar.

Mid-Size SUV: Tangguh, Canggih, dan Hemat Anggaran

Ironi anggaran Rp8,5 miliar ini semakin tajam jika kita melihat kategori Mid-Size SUV dan Crossover Mewah (4x4/AWD). Di kelas ini, teknologi suspensi canggih dan mesin bertenaga besar bisa didapatkan di bawah angka Rp 1 miliar.

Mitsubishi menawarkan Pajero Sport Dakar Ultimate 4x4 (edisi 2025). SUV tangguh dengan suspensi nyaman dan mode off-road canggih ini hanya memakan anggaran sekitar Rp 779,6 juta. Pesaing abadinya, Toyota Fortuner GR Sport 4x4 (edisi 2025), juga hadir sebagai SUV andalan bermesin diesel sangat bertenaga, dilengkapi fitur off-road canggih dan desain kabin premium.

Jika kenyamanan ala sedan mewah namun sanggup melibas jalanan licin adalah prioritas, Subaru Outback 2.5i-TOURING EyeSight yang dibanderol Rp 844.500.000 adalah mahakarya rekayasa otomotif yang kerap dilupakan.

Kualitas Tinggi, Harga Terjangkau dari Pabrikan China

Tren pasar otomotif 2026 juga ditandai dengan hadirnya penantang baru yang merusak hegemoni merek lama (market disruptor). Sub-merek dari raksasa Chery, yakni Jaecoo, membawa gebrakan lewat model Jaecoo J7 AWD dan J8 SHS. Mobil ini menawarkan teknologi hybrid mutakhir dan sistem penggerak AWD mewah dengan harga yang sangat kompetitif. Varian Jaecoo J7 AWD bahkan ditawarkan di angka Rp 689,9 juta.

Pilihan menarik lainnya adalah BAIC BJ40 Plus. SUV yang menawarkan desain modern berpadu ketangguhan rangka ini bisa ditebus hanya dengan harga Rp 698 jutaan.

Pada akhirnya, daftar panjang kendaraan 4x4 ini menelanjangi satu realitas pahit. Alasan bahwa pejabat membutuhkan kendaraan operasional yang andal dan representatif untuk menjangkau titik-titik krusial di Kaltim adalah argumen yang sah. Namun, ketika argumen tersebut bermuara pada pembelian satu unit Range Rover LWB seharga Rp8,5 miliar, maka itu bukan lagi soal pemenuhan kebutuhan blusukan, melainkan sebuah pertunjukan gaya hidup mewah yang dibiayai oleh pajak rakyat. Memilih gengsi di atas efisiensi fungsi, di saat jalanan pelosok masih hancur, adalah ironi birokrasi yang sangat sulit untuk dimaafkan.

Topik Menarik