Makin Diminati, SNMB Madrasah Unggulan 2026 Tembus 36.973 Pendaftar
Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Unggulan 2026/2027 mencatat 36.973 pendaftar. Tingginya partisipasi dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan madrasah.
36.973 siswa yang mendaftar itu juga telah menyelesaikan proses unggah berkas secara daring hingga penutupan.
Dari total pendatfar, 36.126 siswa mendaftar melalui jalur tes. Sebanyak 30.342 peserta dinyatakan lulus verifikasi administrasi, 5.781 peserta tidak memenuhi persyaratan, sementara tiga peserta lainnya masih dalam proses verifikasi.
Baca juga: Kemenag Ajukan Formasi 630.000 Guru Madrasah Diangkat PPPK
Selain itu, ada 404 pendaftar melalui jalur prestasi. Hasil verifikasi menunjukkan 127 peserta telah memenuhi ketentuan, sedangkan 277 lainnya belum lolos seleksi administrasi.Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengatakan, angka partisipasi yang tinggi mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan madrasah. Seleksi Nasional murid baru ini diselenggarakan selama dua hari, 14-15 Februari 2026 di beberapa titik lokasi.
Baca juga: Ratusan Guru Madrasah Demo di Depan DPR, Tuntut Kesejahteraan dan Pengangkatan Jadi P3K
Saat meninjau pelaksanaan CBT di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Pekalongan, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyatakan bahwa madrasah kini semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melanjutkan pendidikan menengah.
“Madrasah saat ini tidak lagi menjadi alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan masyarakat. Kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah unggulan terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya, dikutip Senin (16/2/2026).
Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan melalui sistem digital, termasuk seleksi jalur prestasi dan tes berbasis Computer Based Test (CBT).
Peningkatan jumlah pendaftar ini sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai keagamaan.










