Kronologi Lengkap Kontroversi Ha Young hingga Minta Maaf gegara Leluhur Pro-Jepang!

Kronologi Lengkap Kontroversi Ha Young hingga Minta Maaf gegara Leluhur Pro-Jepang!

Seleb | inews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:40
share

JAKARTA, iNews.id - Aktris Korea Selatan Ha Young viral di media sosial. Bintang drama Our Sticky Love tersebut terseret kontroversi setelah cerita soal keluarganya.

Ya, niat hati ingin merasa bangga sebagai keluarga dokter selama empat generasi, Ha Young justru membuka kembali catatan sejarah tentang sang kakek buyut, Ahn Sang-ho.

Persoalan semakin rumit karena pihak agensi Ha Young sempat menyebut tudingan tersebut tidak benar. 

Namun, hanya berselang sehari, agensi mengubah pernyataannya setelah menemukan catatan sejarah yang menunjukkan Ahn Sang-ho memang pernah tercatat sebagai anggota sebuah organisasi yang dikaitkan dengan aktivitas pro-Jepang pada masa pendudukan Jepang di Korea.

Ha Young kemudian menyampaikan permintaan maaf secara langsung melalui surat tulisan tangan pada 12 Agustus 2026. Lantas, seperti apa informasi selengkapnya dari kasus viral ini?

Berikut kronologi lengkap kontroversi Ha Young yang kini menjadi perbincangan publik Korea Selatan.

Kronologi Lengkap Ha Young Punya Buyut Pro-Jepang dan Jadi Kontroversi!

Kontroversi bermula ketika Ha Young tampil dalam program KBS2 Problem Child in House yang tayang pada 7 Agustus 2026. Dalam acara tersebut, Ha Young bercerita mengenai latar belakang keluarganya. Ia menyebut keluarganya telah menjalani profesi dokter selama empat generasi.

Ha Young mengatakan ayah, kakek, hingga kakek buyutnya merupakan dokter. Ia juga menyebut kakek buyutnya pernah belajar ilmu kedokteran Barat di Jepang sebelum membuka praktik di Korea.

Menurut cerita yang diketahuinya dari keluarga, sang kakek buyut merupakan salah satu dokter awal yang membuka rumah sakit bergaya Barat di Seoul dan pernah menangani kesehatan Kaisar Gojong.

Pernyataan tersebut kemudian membuat publik penasaran mengenai siapa sebenarnya sosok kakek buyut Ha Young.

Setelah episode tersebut ditayangkan, pengguna internet Korea mulai mencocokkan informasi yang disampaikan Ha Young dengan catatan sejarah.

Nama yang kemudian muncul adalah Ahn Sang-ho (1872-1927), seorang dokter yang memiliki rekam jejak penting dalam sejarah kedokteran Korea.

Menurut data sejarah yang dikutip Yonhap, Ahn Sang-ho lulus dari Tokyo Jikei Medical School pada 1902 dan dikenal sebagai orang Korea pertama yang memperoleh lisensi dokter Jepang. Ia juga tercatat pernah menjadi dokter yang menangani kesehatan Kaisar Gojong dan Kaisar Sunjong.

Namun, pencarian tersebut tidak berhenti pada kiprah Ahn Sang-ho sebagai dokter. Catatan mengenai aktivitasnya pada masa pendudukan Jepang kemudian ikut muncul dan memicu kontroversi.

Muncul Tuduhan Ahn Sang-ho Punya Riwayat Pro-Jepang

Nama Ahn Sang-ho menjadi sorotan karena terdapat catatan bahwa dirinya pernah tercatat sebagai anggota atau pengurus Daejeong Chinmokhoe, sebuah organisasi yang didirikan pada 1916 dan oleh sejumlah sumber sejarah dikategorikan sebagai kelompok yang bekerja sama dengan pemerintahan kolonial Jepang.

Yang menjadi persoalan, nama Ahn Sang-ho disebut tercantum sebagai anggota dewan atau penasihat (pyeonguiwon) organisasi tersebut pada 1916.

Catatan lain yang kembali disorot berasal dari Maeil Shinbo, surat kabar yang menjadi corong pemerintahan kolonial Jepang. Dalam pemberitaan pada masa itu, kehidupan keluarga Ahn Sang-ho disebut sebagai contoh keluarga yang telah mengikuti pola kehidupan Jepang atau kebijakan asimilasi Jepang.

Sejumlah laporan juga menyoroti pernyataan Ahn Sang-ho mengenai kehidupan keluarganya yang banyak berinteraksi dengan orang Jepang. Dari sinilah kontroversi Ha Young mulai membesar.

Agensi Ha Young Awalnya Membantah Keras

Ketika tudingan tersebut mulai ramai, perhatian publik beralih kepada agensi Ha Young, Bisters Entertainment.

Pada 10 Agustus 2026, pihak agensi mengakui bahwa Ahn Sang-ho memang merupakan kakek buyut Ha Young. Namun, agensi saat itu membantah tudingan mengenai aktivitas pro-Jepang.

Pihak agensi menyatakan tuduhan tersebut “tidak benar” dan menyebut informasi yang beredar tidak memiliki dasar yang cukup. Pernyataan tersebut ternyata justru menjadi titik awal masalah baru.

Pada 11 Agustus 2026, Bisters Entertainment kembali mengeluarkan pernyataan. 

Kali ini isinya berbeda.

Agensi mengakui bahwa setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka menemukan catatan yang benar-benar mencantumkan nama Ahn Sang-ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.

Agensi kemudian meminta maaf karena sebelumnya terlalu cepat menyatakan tudingan tersebut tidak benar tanpa melakukan verifikasi yang memadai.

“Fakta bahwa nama Ahn Sang-ho tercantum dalam daftar anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916 benar-benar ada,” demikian inti klarifikasi agensi sebagaimana diberitakan sejumlah media Korea.

Agensi juga mengakui bahwa jawaban sebelumnya diberikan tanpa pemeriksaan yang cukup sehingga menimbulkan kebingungan di tengah publik.

Perubahan sikap dalam waktu hanya satu hari tersebut membuat kontroversi semakin panas.

Ayah Ha Young Ikut Buka Suara

Kontroversi kemudian melebar hingga keluarga Ha Young. Ya, ayah Ha Young memberikan penjelasan mengenai sejarah keluarganya dan mencoba meluruskan sejumlah informasi yang beredar.

Namun, penjelasan tersebut justru memicu perdebatan baru di kalangan publik.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penjelasan mengenai pernikahan Ahn Sang-ho dengan perempuan Jepang. Sang ayah menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menghubungkan pernikahan tersebut dengan sikap pro-Jepang.

Namun, sebagian publik menilai persoalan utama bukan semata-mata mengenai pernikahan dengan orang Jepang, melainkan catatan aktivitas Ahn Sang-ho dalam organisasi dan pemberitaan pada era kolonial.

Alhasil, upaya memberikan klarifikasi tersebut belum mampu menghentikan kontroversi.

Sebagai informasi, kontroversi ini muncul ketika Ha Young sedang berada di tengah momentum besar kariernya. Drama Netflix Our Sticky Love yang dibintanginya bersama Jung Hae-in baru dirilis pada 7 Agustus 2026.

Drama tersebut bahkan dilaporkan masuk jajaran teratas Netflix Korea setelah penayangannya. Namun, kontroversi mengenai sejarah keluarganya membuat agenda promosi ikut terdampak.

Netflix kemudian membatalkan wawancara Ha Young yang sebelumnya dijadwalkan pada 14 Agustus.

Wawancara tersebut sedianya menjadi bagian dari kegiatan promosi drama. Jadwal wawancara Jung Hae-in pada waktu yang sama juga sempat ikut dipertimbangkan kembali.

Yang membuat situasi semakin sensitif, wawancara tersebut dijadwalkan hanya sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Korea Selatan atau Gwangbokjeol pada 15 Agustus.

Di tengah kontroversi, muncul berbagai reaksi keras di internet Korea. Ha Young sendiri tidak disebut melakukan aktivitas pro-Jepang. Kontroversinya berpusat pada sejarah leluhurnya dan cara keluarga memahami atau menceritakan sejarah tersebut.

Namun, karena Ha Young sebelumnya menceritakan sang kakek buyut dalam konteks kebanggaan keluarga, sebagian netizen mempertanyakan apakah dirinya mengetahui catatan sejarah tersebut.

Inilah yang membuat isu tersebut jauh lebih sensitif dibanding sekadar persoalan silsilah keluarga.

Di Korea Selatan, sejarah pendudukan Jepang pada 1910-1945 masih menjadi isu yang sangat sensitif. Karena itu, keterkaitan seorang figur publik dengan tokoh yang memiliki catatan kerja sama dengan pemerintahan kolonial dapat memicu reaksi luas.

Ha Young Akhirnya Angkat Bicara

Setelah kontroversi berkembang selama beberapa hari, Ha Young akhirnya menyampaikan sikapnya sendiri.

Pada 12 Agustus 2026, ia mengunggah surat permintaan maaf tulisan tangan melalui media sosial.

Dalam surat tersebut, Ha Young mengatakan dirinya merasa bertanggung jawab sebagai keturunan Ahn Sang-ho dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Ia juga mengakui bahwa selama ini dirinya hanya mengetahui kisah sang kakek buyut berdasarkan cerita keluarga.

Ha Young mengatakan dirinya pernah membicarakan sosok tersebut dalam keadaan tidak mengetahui secara utuh sejarah yang sebenarnya.

Ia menyebut dirinya merasa malu dan menyesal karena membicarakan sang leluhur dengan kebanggaan ketika dirinya belum memahami seluruh catatan sejarah mengenai sosok tersebut.

Dalam suratnya, Ha Young tidak mencoba menyangkal keberadaan catatan sejarah yang telah dikonfirmasi.

Sebaliknya, ia menyampaikan penyesalan dan mengatakan akan menerima persoalan tersebut dengan serius. Ia juga menyampaikan permintaan maaf sebagai keturunan Ahn Sang-ho.

Permintaan maaf tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kontroversi yang bermula dari sebuah cerita sederhana mengenai keluarga dokter. Namun, permintaan maaf Ha Young belum serta-merta membuat kontroversi berakhir.

Publik masih memperdebatkan sejauh mana seorang keturunan harus bertanggung jawab atas tindakan leluhurnya, sekaligus mempertanyakan bagaimana sejarah keluarga tersebut selama ini dipahami.

Satu hal penting yang perlu digarisbawahi adalah Ha Young tidak dituduh sebagai pelaku aktivitas pro-Jepang. Kontroversi tersebut berkaitan dengan catatan sejarah mengenai Ahn Sang-ho, kakek buyutnya.

Ahn Sang-ho sendiri memiliki dua sisi sejarah yang kini kembali menjadi sorotan. Di satu sisi, ia dikenal sebagai salah satu tokoh awal kedokteran Barat Korea dan memiliki hubungan dengan lingkungan kerajaan. Di sisi lain, terdapat catatan mengenai keterlibatannya dalam organisasi serta aktivitas yang dikaitkan dengan kebijakan Jepang pada masa kolonial.

Karena itu, persoalan Ha Young lebih tepat dipahami sebagai kontroversi mengenai sejarah leluhur dan respons sang aktris terhadap sejarah tersebut, bukan tuduhan bahwa Ha Young sendiri merupakan orang pro-Jepang.

Topik Menarik