Toyota Daftarkan Paten Teknologi Kamera Canggih untuk Mobil, Ini Detailnya

Toyota Daftarkan Paten Teknologi Kamera Canggih untuk Mobil, Ini Detailnya

Otomotif | sindonews | Rabu, 16 September 2026 - 18:31
share

Toyota telah mengajukan paten untuk teknologi yang dapat menentukan arah pandang pengemudi dan kemudian menggunakan kamera eksternal untuk merekam pemandangan yang sesuai tanpa pengemudi perlu memegang telepon.

Mobil modern semakin banyak dilengkapi dengan berbagai kamera untuk keselamatan, bantuan pengemudi, dan sistem tampilan sekeliling. Toyota sedang menjajaki cara untuk memanfaatkan sistem ini untuk tujuan lain: mengubah mobil menjadi "kamera" bebas genggam.

Menurut permohonan paten AS 2026/0261754 A1, Toyota mengusulkan sebuah sistem yang mampu mengenali ke mana pengemudi melihat dan kemudian secara otomatis menangkap pemandangan atau objek yang sesuai di luar kendaraan.

Ke mana pun pengemudi melihat, Toyota dapat menangkap pemandangan tersebut.Sistem Toyota dapat diartikan secara longgar sebagai "Sistem dan metode untuk merekam informasi lanskap jalan yang berkaitan dengan pengemudi."

Prinsip kerjanya didasarkan pada kombinasi kamera dalam dan luar ruangan. Kamera di dalam kabin menentukan arah pandang pengemudi, sementara satu atau lebih kamera luar ruangan merekam objek yang sesuai.

Pengemudi dapat menggunakan perintah suara atau menekan tombol untuk mengambil foto, alih-alih harus memegang ponsel mereka saat mengemudi.Toyota juga menyarankan kemampuan untuk mengatur permintaan terlebih dahulu. Misalnya, pengguna dapat meminta: "Jika Anda melihat mobil klasik di dekat sini, ambil gambarnya." Ketika objek yang sesuai terdeteksi, sistem akan secara otomatis merekam gambar tersebut.

Skenario lain adalah ketika seorang pengemudi melihat papan iklan tetapi tidak dapat membaca semua informasi saat mengemudi. Alih-alih menatap papan iklan atau mengeluarkan ponsel untuk memotretnya, pengemudi dapat meminta mobil untuk merekam gambar tersebut untuk dilihat nanti.

Foto-foto tersebut juga dapat diberi tag dengan data lokasi, membantu pengguna mengetahui di mana mereka melihat subjek tersebut atau kembali ke lokasi tersebut jika diperlukan..

Setelah perjalanan, pengemudi dapat meninjau gambar di perangkat pribadi mereka seperti ponsel pintar. Sistem ini juga dapat menganalisis objek dalam gambar dan mencari informasi terkait seperti nama produk, asal, atau harga.

Secara teori, cara kerja ini menjadikan mobil semacam "Google Lens mobile": pengemudi melihat sesuatu di jalan, mobil merekamnya, dan perangkat lunak dapat membantu mempelajari lebih lanjut tentang hal itu di kemudian hari.Jika dua kamera atau lebih digunakan, sistem ini bahkan dapat menggabungkan gambar dari berbagai sudut untuk membuat model 3D suatu objek.

Toyota juga menyebutkan konsep "preferensi yang disimpulkan". Sistem ini dapat mempelajari topik atau objek yang diminati pengguna, dan kemudian secara proaktif mengambil gambar ketika mendeteksi hal-hal serupa saat mobil sedang bergerak.

Praktis, tetapi masih ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan.Aspek penting lainnya dari pengajuan paten tersebut berkaitan dengan data kesehatan.

Toyota menghadirkan skenario hipotetis di mana seorang dokter merekomendasikan pengguna untuk sesekali berjalan kaki. Mobil tersebut dapat menyarankan untuk berhenti sejenak, sekaligus menggunakan data yang dikumpulkan di sepanjang jalan untuk mengidentifikasi area dengan lebih banyak atau lebih sedikit pejalan kaki.

Dari situ, sistem dapat menyarankan tempat berjalan kaki yang ramai jika pengemudi ingin berada di sekitar area tersebut, atau area yang lebih tenang jika mereka lebih suka berjalan sendirian.Kemampuan ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang privasi, karena agar berfungsi sepenuhnya, kendaraan tersebut mungkin harus memproses berbagai macam data pribadi, mulai dari sudut pandang, lokasi, dan preferensi hingga informasi kesehatan pengguna.

Tentu saja, pengajuan permohonan paten oleh Toyota tidak serta merta berarti teknologi ini akan muncul di kendaraan komersial.

Para produsen mobil sering mendaftarkan paten untuk berbagai ide guna melindungi teknologi dan memperluas arah penelitian, sementara hanya sebagian kecil dari ide-ide tersebut yang benar-benar diproduksi.

Namun, paten tersebut juga menunjukkan bahwa sistem kamera dalam mobil di masa depan dapat memiliki lebih banyak peran daripada sekadar pemantauan titik buta, bantuan parkir, atau fitur keselamatan.

Jika dikomersialkan, teknologi Toyota dapat membantu pengemudi merekam apa yang mereka temui di jalan tanpa harus melepaskan tangan dari kemudi untuk menggunakan ponsel mereka.

Topik Menarik