Penjualan Mobil Bensin Terjun Bebas, Permintaan EV Langsung Meroket

Penjualan Mobil Bensin Terjun Bebas, Permintaan EV Langsung Meroket

Otomotif | sindonews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 18:28
share

Pertumbuhan pesat kendaraan listrik (EV) dan hibrida plug-in (PHEV) kini mulai berdampak besar pada permintaan minyak global karena konsumsi bahan bakar global dilaporkan akan menurun secara signifikan hingga tahun 2025.

Menurut laporan InsideEVs yang mengutip data BloombergNEF (BNEF), EV dan PHEV telah berhasil mengurangi konsumsi minyak sebesar 2,3 juta barel per hari tahun ini. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat dan dapat lebih dari dua kali lipat pada akhir dekade ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan EV global.

Data dari Benchmark Mineral Intelligence menunjukkan bahwa produsen otomotif menjual sekitar 20,7 juta kendaraan plug-in di seluruh dunia tahun lalu, yang mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 20 persen.

Menariknya, pengurangan konsumsi minyak terbesar saat ini tidak hanya berasal dari mobil penumpang.

Sebaliknya, sepeda motor listrik dan kendaraan listrik roda dua dan tiga di negara-negara berkembang di Asia memainkan peran yang lebih besar dalam mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.

BNEF memperkirakan bahwa segmen ini menghemat sekitar 1,1 juta barel minyak per hari tahun lalu, dibandingkan dengan sekitar 741.000 barel per hari dari mobil penumpang listrik.Kendaraan Listrik Diperkirakan Akan Mengurangi Konsumsi Minyak 5,3 Juta Barel Per Hari pada Tahun 2030

BNEF percaya bahwa mobil listrik akan terus menjadi kontributor utama pengurangan konsumsi minyak global di tahun-tahun mendatang.

Pada tahun 2030, kendaraan listrik diperkirakan mampu mengurangi konsumsi minyak hingga 5,3 juta barel per hari.

Sebagai perbandingan, satu barel minyak mentah mengandung sekitar 42 galon bahan bakar, menunjukkan skala perubahan yang terjadi di industri otomotif global.

Lembaga pemikir energi Ember telah mengeluarkan proyeksi yang lebih konservatif, dengan mengatakan bahwa kendaraan listrik (EV) dan kendaraan hibrida plug-in (PHEV) dapat membantu mengurangi sekitar 1,7 juta barel per hari pada tahun 2025.Namun angka tersebut masih dianggap besar, karena setara dengan hampir 70 persen ekspor minyak Iran yang melewati Selat Hormuz tahun lalu.

Selain faktor lingkungan, penggunaan EV juga dipandang semakin masuk akal dari perspektif ekonomi harian konsumen.

Studi menunjukkan bahwa biaya listrik domestik masih jauh lebih murah daripada harga bensin rata-rata di sebagian besar negara, terutama jika mempertimbangkan biaya perawatan yang lebih rendah.

Di Amerika Serikat, misalnya, Departemen Energi AS memperkirakan bahwa Hyundai Ioniq 5 AWD 2024 akan membutuhkan biaya tahunan yang lebih rendah daripada Toyota RAV4 Hybrid AWD 2024 dalam hal konsumsi energi dan perawatan.

Pada saat yang sama, konflik geopolitik global yang menekan harga minyak juga menyebabkan semakin banyak konsumen mulai melihat kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Topik Menarik