Penjualan Mobil Listrik di China April 2026 Makin Ketat, BYD Tak Terbendung

Penjualan Mobil Listrik di China April 2026 Makin Ketat, BYD Tak Terbendung

Otomotif | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 17:42
share

JAKARTA, iNews.id - Penjualan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) produsen otomotif di China pada April 2026 resmi dirilis. Hasilnya, BYD masih mendominasi pasar mobil listrik dengan total penjualan mencapai 314.100 unit.

Meski berada di posisi teratas, capaian tersebut menandai penurunan penjualan tahunan BYD selama delapan bulan berturut-turut. Namun, performa ekspor perusahaan justru melonjak signifikan.

Penjualan mobil penumpang dan pikap BYD di pasar luar negeri mencapai rekor 134.500 unit pada April 2026. Angka itu naik 70,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang lebih dari 40 persen dari total volume bulanan perusahaan.

Selain itu, instalasi baterai grup untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi BYD juga mencapai 20.977 GWh pada bulan tersebut. Dominasi BYD masih belum tergeser meski persaingan pasar kendaraan listrik di China semakin ketat.

Di posisi berikutnya, Geely mencatat penjualan NEV sebesar 135.591 unit dengan tingkat penetrasi mencapai 58 persen. Merek kendaraan listrik premium mereka, Zeekr, menjadi salah satu sorotan karena berhasil mengirimkan 31.787 unit atau melonjak 132 persen dibandingkan tahun lalu.

Harga rata-rata kendaraan Zeekr juga terbilang tinggi, mendekati 350.000 yuan atau sekitar 50.700 dolar AS. Hal ini memperlihatkan tingginya minat konsumen terhadap kendaraan listrik premium di China.

Sementara itu, Chery sukses menembus tonggak baru dengan penjualan NEV yang untuk pertama kalinya melampaui 100.000 unit. Pada April 2026, penjualan kendaraan energi baru Chery mencapai 100.276 unit.

Leapmotor juga tampil impresif dengan mencetak rekor pengiriman bulanan tertinggi. Perusahaan mengirimkan 71.387 unit pada April 2026 atau meningkat 73,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut membuat Leapmotor memimpin peringkat kekuatan baru selama tiga bulan berturut-turut. Perusahaan juga menyebut kapasitas produksi pabrik A10 kini sudah melampaui 1.000 unit per hari.

Li Auto mencatat pengiriman sebanyak 34.085 unit atau naik tipis 0,4 persen secara tahunan. Pabrikan tersebut tengah bersiap meluncurkan model terbaru L9 Livis pada 15 Mei dengan harga pra-penjualan 559.800 yuan atau sekitar 81.100 dolar AS.

Xpeng juga mulai menunjukkan pemulihan dengan pengiriman mencapai 31.011 unit. Nio mengirimkan 29.356 unit atau naik 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam strategi multi-merek, merek utama Nio menyumbang 19.024 unit. Kemudian Onvo berkontribusi 5.352 unit dan merek Firefly menambah 4.980 unit.

Di sisi lain, Xiaomi berhasil mengirimkan lebih dari 30.000 unit sepanjang April 2026. Jaringan layanan perusahaan kini telah berkembang menjadi 495 toko yang tersebar di 143 kota.

Huawei melalui Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) juga mencatat pengiriman 32.759 unit pada bulan yang sama. Persaingan produsen kendaraan listrik di China pun semakin panas dengan hadirnya banyak pemain baru.

Menurut Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), pasar kendaraan energi baru masih tampil lebih kuat dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Namun, pasar otomotif secara keseluruhan menghadapi tekanan pada awal April akibat faktor liburan dan kenaikan biaya bahan bakar yang memengaruhi daya beli konsumen.

Meski demikian, pertumbuhan ekspor yang pesat serta hadirnya teknologi canggih dengan harga semakin terjangkau terus mendorong perkembangan industri kendaraan listrik. 

Topik Menarik