4 Tips Berkendara Motor Aman bagi Perempuan, Jangan Keliru Nyalakan Lampu Sein

4 Tips Berkendara Motor Aman bagi Perempuan, Jangan Keliru Nyalakan Lampu Sein

Otomotif | inews | Selasa, 21 April 2026 - 13:57
share

JAKARTA, iNews.id – Mobilitas tinggi di jalan raya menuntut setiap pengendara motor lebih waspada terhadap risiko yang bisa muncul kapan saja. Tanpa memperhatikan keselamatan serta kondisi sekitar, ancaman kecelakaan dapat terjadi, terlebih di tengah lalu lintas padat dan kondisi jalan yang beragam.

Pemahaman mengenai safety riding kini tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama. Hal ini semakin penting, terutama bagi pengendara perempuan yang kian di berbagai kota besar.

Pengendara perempuan diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di jalan. Upaya membangun budaya berkendara aman pun terus dilakukan melalui pendekatan edukatif.

Seiring bertambahnya jumlah perempuan yang menggunakan sepeda motor, tantangan di jalan juga ikut berkembang. Kondisi ini membuat edukasi keselamatan menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan sekaligus kenyamanan selama berkendara.

Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui program Safety Riding perempuan diharapkan memahami pentingnya keselamatan di jalan. Pendekatan yang dilakukan dirancang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Head of Safety Riding Promotion WMS, Agus Sani menilai perempuan memiliki karakter hati-hati yang bisa menjadi kekuatan dalam menciptakan budaya berkendara aman.

“Perempuan dikenal memiliki kehati-hatian yang tinggi saat berkendara, sehingga berpotensi besar menjadi pelopor keselamatan di jalan. Namun, hal tersebut tetap perlu didukung dengan pemahaman yang benar agar setiap keputusan di jalan selalu mengedepankan prinsip keamanan,” ujar Agus Sani dalam keterangan persnya, Selasa (21/4/2026).

Dalam penerapannya, ada sejumlah hal mendasar yang perlu diperhatikan pengendara perempuan untuk meningkatkan keselamatan saat berkendara.

Pertama, penggunaan perlengkapan keselamatan atau safety gear menjadi hal utama. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, serta sepatu tertutup berfungsi melindungi tubuh dari risiko cedera, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat berkendara.

Kedua, pemilihan outfit juga tidak boleh diabaikan. Penggunaan rok yang terlalu pendek atau ketat dinilai berisiko karena dapat membatasi ruang gerak. Celana yang nyaman lebih disarankan agar pengendara bisa mengontrol kendaraan dengan optimal.

Ketiga, penggunaan lampu sein harus dilakukan dengan benar. Lampu sein menjadi alat komunikasi penting antar pengguna jalan, terutama saat hendak berbelok atau berpindah jalur. 

Jangan keliru belok ke kiri nyalakan lampu sein kanan atau sebaliknaya. Penggunaan lampu sein yang benar dapat membantu menekan potensi kecelakaan.

Keempat, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas menjadi faktor utama dalam menciptakan ketertiban di jalan. Dengan mematuhi aturan, pengendara tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Agus menambahkan, selain kemampuan teknis, faktor kesadaran dan disiplin juga memegang peran penting dalam berkendara.

“Selain memahami aspek teknis, pengendara juga perlu memiliki kesadaran, disiplin, dan kepedulian terhadap kondisi sekitar. Ketika hal ini diterapkan secara konsisten, maka potensi risiko dapat ditekan secara signifikan dan semangat cari aman dapat benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan berkendara sehari-hari,” katanya.

Tak hanya itu, tambah Agus, kondisi kendaraan harus selalu diperhatikan melalui pemeriksaan rutin agar tetap dalam kondisi optimal. Edukasi safety riding bagi perempuan pun terus diperluas melalui pelatihan langsung hingga kampanye digital, guna membangun budaya berkendara lebih aman dan bertanggung jawab.

Topik Menarik