Modal Baterai 500 KM dan Rangka Tulang Naga, Aion UT Pimpin Pasar Hatchback Listrik

Modal Baterai 500 KM dan Rangka Tulang Naga, Aion UT Pimpin Pasar Hatchback Listrik

Otomotif | sindonews | Selasa, 21 April 2026 - 14:00
share

Orang Indonesia itu suka mobil besar. Anda sudah tahu itu. Kalau bukan MPV, ya SUV. Tapi lihatlah data bulan Maret 2026 ini. Ada anomali di sana. Di kelas mobil listrik medium hatchback, juaranya justru Aion UT.

Angkanya tidak main-main untuk sebuah mobil kompak tanpa buntut: 242 unit. Itu data wholesales (distribusi pabrik ke diler) resmi dari Gaikindo.Mengapa Aion UT laku? Jawabnya ada pada dua hal mendasar: hitungan baterai dan harga jual.

Aion UT varian Standard dijual Rp325 juta (OTR Jakarta). Baterainya berkapasitas 44,12 kWh. Dalam kondisi penuh, ia bisa lari sejauh 400 kilometer (berdasarkan pengujian NEDC).

Bagi yang sering ke luar kota, ada varian Premium. Harganya Rp375 juta. Selisih Rp50 juta, tapi baterainya jauh lebih besar: 60 kWh. Jarak tempuhnya pun tembus 500 kilometer.

Keduanya sama-sama digerakkan oleh motor listrik bertenaga 150 kW. Torsinya lumayan besar: 210 Nm. Cukup menghentak untuk stop and go di jalanan kota. Mobil ringkas, torsi gede. Khusus untuk mengisi daya, tipe Premium sudah mendukung fast charging hingga 87 kW. Tidak perlu lama-lama minum kopi saat ngecas di rest area.

Tentu ada yang meragukan keamanan mobil kecil berbaterai besar. GAC Indonesia, selaku pemegang merek, menjawab keraguan itu lewat rancang bangun besi.

Sasis Aion UT memakai 71 persen baja berkekuatan tinggi (high-strength steel). Kerangka itu diperkuat oleh sistem one-piece hot-formed double door ring dan Dragon-Bone Embraced Body Structure. Namanya memang panjang dan rumit. Intinya satu: ini struktur penahan energi benturan agar kabin tidak remuk.

Urusan kantong udara (airbag), ada enam buah. Masih ditambah tirai udara samping berhuruf V sepanjang 2,1 meter. Membentang dari pilar A sampai pilar C. Menutup rapat kaca samping saat tabrakan.

Sistem elektronik mobil ini dibangun di atas platform AEP dengan arsitektur X-Soul. Hasilnya, fitur keselamatannya lengkap (full-scenario active safety suite). Ada pengereman darurat otomatis (AEB), peringatan tabrakan (FCW), peringatan keluar jalur (LDW), pemantau titik buta (BSD), sampai peringatan bahaya saat buka pintu (DOW). Semua sudah tersedia.

Untuk kualitas colokan listrik, AION UT mengantongi sertifikat CCTA Global Eropa dan TÜV SÜD. Standar lintas infrastruktur. Dicas di rumah maupun di fasilitas umum internasional, tegangannya dijamin stabil.Lalu bagaimana rasanya di dalam kabin?

Untuk mengemudi santai, sistem adaptive cruise control dan lane keeping assist sudah menjadi standar. Kalau Anda membeli varian Premium, fiturnya lebih berlimpah. Anda mendapat atap kaca panoramik, kursi elektrik yang ada pendinginnya (ventilasi), pengecasan handphone nirkabel, hingga sistem mengemudi semi-otonom.

"Pencapaian ini bukti nyata bahwa konsumen mulai memilih AION UT sebagai solusi mobilitas," ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.Andry optimistis. Angka penjualannya memang bicara begitu.

Pasar mobil listrik di Indonesia itu kejam. Perang harganya berdarah-darah. Siapa yang salah pasang harga, akan dilibas habis. Aion UT, setidaknya untuk bulan Maret ini, telah menemukan titik temu yang pas antara dompet konsumen dan spesifikasi mobil yang waras.

Topik Menarik