10 Orang Tewas, NHTSA Selidiki Airbag Buatan China
Badan pengawas keselamatan jalan raya Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), saat ini sedang menyelidiki masalah serius yang melibatkan inflator airbag buatan China yang diduga telah menyebabkan setidaknya 10 kematian.
Seperti dilansir dari Jalopnik, menurut laporan awal, inflator airbag tersebut diyakini telah dipasang secara ilegal atau melalui jalur impor yang meragukan, sebelum digunakan sebagai komponen pengganti pada kendaraan di Amerika Serikat.Yang mengkhawatirkan adalah komponen ini diduga meledak saat terjadi kecelakaan dan mengirimkan pecahan logam tajam ke arah pengemudi atau penumpang, sehingga menyebabkan cedera serius atau fatal.
12 kecelakaan terkait inflator DTN
NHTSA mengatakan bahwa sejauh ini 12 kecelakaan serius telah dikaitkan dengan inflator airbag depan sisi pengemudi yang diproduksi oleh perusahaan China, Jilin Province Diantian Safety Technology Co., Ltd. (DTN).
Dari jumlah tersebut, setidaknya 10 orang dilaporkan meninggal dunia sementara beberapa lainnya mengalami cedera serius.Yang lebih mengejutkan, semua kasus yang diidentifikasi sejauh ini melibatkan model seperti Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata, tetapi NHTSA bersikeras bahwa mereka masih belum memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa risiko tersebut terbatas hanya pada model-model tersebut.
DTNPernyataan resmi dari DTN di situs webnya
Bisa jadi versi baru dari “skandal Takata”
Kasus ini mulai menarik perhatian karena dianggap memiliki kemiripan dengan skandal airbag Takata yang pernah memicu salah satu penarikan kembali otomotif terbesar dalam sejarah dunia.
Seperti kasus Takata, inflator bermasalah ini juga diduga pecah saat airbag mengembang, menembakkan pecahan logam ke dada, leher, mata, dan wajah korban.
Perbedaannya adalah, dalam kasus ini, komponen yang sedang diselidiki diyakini berasal dari sumber pengganti yang tidak jelas, dan mungkin telah digunakan setelah kendaraan terlibat dalam kecelakaan sebelumnya.NHTSA meminta pemilik kendaraan untuk memeriksa riwayat perbaikan
Salah satu tantangan terbesar dalam masalah ini adalah komponen airbag tidak dapat dilihat secara langsung karena tersembunyi di balik setir atau dasbor, dan baru akan diketahui bermasalah ketika meledak saat terjadi kecelakaan.
Oleh karena itu, NHTSA menyarankan pemilik mobil bekas untuk memeriksa riwayat kendaraan mereka, terutama jika mobil tersebut pernah terlibat dalam kecelakaan besar sebelumnya.
Jika sebuah mobil pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan airbag asli meledak, pemilik disarankan untuk segera melakukan inspeksi di bengkel terpercaya untuk memastikan bahwa unit pengganti yang dipasang benar-benar asli dan sesuai dengan spesifikasi asli pabrikan.
Investigasi dimulai sejak Oktober tahun laluMenurut NHTSA, investigasi terhadap inflator DTN sebenarnya telah dimulai sejak Oktober tahun lalu.
Namun, badan tersebut mengakui bahwa mereka belum dapat menentukan berapa banyak unit inflator berisiko ini yang sudah ada di jalan raya AS karena diyakini dibawa masuk oleh pihak yang tidak dikenal dan mungkin melalui saluran tidak resmi.
Hal ini membuat skala sebenarnya dari masalah tersebut masih belum pasti.
Larangan total mungkin akan dipertimbangkan
NHTSA menginformasikan bahwa investigasi masih berlangsung dan lembaga tersebut juga mempertimbangkan kemungkinan untuk melarang penggunaan inflator airbag DTN sepenuhnya jika bukti yang cukup diperoleh.Bahkan, pengguna yang mencurigai kendaraan mereka menggunakan inflator airbag diminta untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang yang relevan.
Pelajaran besar bagi pemilik mobil bekas
Kasus ini sebenarnya membawa peringatan besar, tidak hanya bagi konsumen di Amerika Serikat, tetapi juga bagi pemilik kendaraan di negara lain termasuk Malaysia.
Di pasar suku cadang otomotif saat ini, penggunaan komponen "pengganti" murah yang tidak diketahui asalnya dapat menjadi bom waktu, terutama jika menyangkut sistem keselamatan seperti airbag.
Jika menyangkut airbag, ini bukanlah aksesori kosmetik atau komponen biasa. Ini adalah sistem keselamatan penting yang seharusnya menyelamatkan nyawa, bukan menyebabkan kematian.



