Penjualan Mobil Bekas Diprediksi Naik Jelang Lebaran 2026, MPV dan SUV Paling Diburu

Penjualan Mobil Bekas Diprediksi Naik Jelang Lebaran 2026, MPV dan SUV Paling Diburu

Otomotif | inews | Jum'at, 6 Maret 2026 - 13:19
share

JAKARTA, iNews.id – Pasar otomotif Indonesia mengawali 2026 dengan fenomena cukup unik. Di tengah tren penurunan penjualan mobil baru, minat masyarakat terhadap mobil bekas justru menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

Berdasarkan data internal OLX, minat terhadap mobil bekas pada Januari 2026 meningkat sekitar 6 persen dibandingkan Desember 2025. Sementara itu, penjualan mobil baru menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengalami penurunan cukup tajam.

Melihat kondisi tersebut, OLX dan OLXmobbi memprediksi permintaan mobil bekas akan kembali meningkat menjelang Lebaran 2026. Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi untuk perjalanan mudik dan kegiatan silaturahmi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut.

Prediksi ini juga berkaca pada tren tahun sebelumnya. Pada 2025, realisasi penjualan mobil bekas di OLXmobbi meningkat hingga 24 persen dalam seminggu sebelum Lebaran dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengatakan momentum Ramadan dan Lebaran secara historis menjadi periode penting bagi pasar mobil bekas di Indonesia.

“Meski minat sempat menurun saat hari raya karena masyarakat fokus merayakan Idul Fitri, tren tersebut biasanya kembali melonjak setelah Lebaran. Pada periode Lebaran 2025, minat mobil bekas di OLX dan penjualan mobil bekas di OLXmobbi sama-sama naik secara signifikan seminggu setelah Lebaran. Di OLX, peminatnya naik hingga 22 persen, sementara di OLXmobbi, jumlah yang beli juga kembali mendekati rata-rata penjualan normal,” ujar Agung dalam keterangan persnya, Jumat (6/3/2026).

Dia menambahkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil bekas menjelang Lebaran juga dipengaruhi pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja.

Menurutnya, dana tambahan tersebut sering dimanfaatkan masyarakat untuk membeli kendaraan yang lebih nyaman digunakan selama perjalanan mudik maupun aktivitas silaturahmi dengan keluarga saat Idul Fitri.

Dari sisi preferensi kendaraan, mobil keluarga masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan mudik. Data OLX menunjukkan tipe Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) mendominasi minat konsumen.

Berdasarkan data Top 5 Most Wanted: Edisi Lebaran, kendaraan jenis MPV menempati posisi teratas dengan persentase 22,2 persen. Posisi tersebut disusul ketat oleh SUV sebesar 21,7 persen, kemudian hatchback dengan persentase 17 persen.

Sejumlah model mobil juga tercatat menjadi incaran utama masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Toyota Fortuner, Honda CR-V, serta Honda HR-V.

Dari sisi merek, Toyota masih menjadi brand dengan tingkat loyalitas tertinggi di pasar mobil bekas. Posisi tersebut kemudian diikuti oleh Honda dan Suzuki yang juga memiliki basis pengguna cukup kuat di Indonesia.

"Melihat potensi peningkatan minat dan penjualan mobil bekas menjelang Lebaran 2026, OLXmobbi menyiapkan berbagai program khusus untuk menarik konsumen. Salah satunya melalui program Mega Weekend Sale yang digelar pada 6 hingga 8 Maret 2026," kata Agung.

Dia menuturkan program ini tersedia di beberapa kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Bali, dan Balikpapan. 

Di sisi lan, banyak masyarakat Indonesia memilih membeli mobil bekas dibanding mobil baru karena faktor harga yang lebih terjangkau serta depresiasi kendaraan yang sudah lebih stabil. Biaya yang lebih rendah, konsumen bisa mendapatkan mobil dengan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan jika membeli mobil baru di kelas harga yang sama. 

Selain itu, ketersediaan pilihan model yang beragam, proses pembelian yang semakin mudah melalui platform digital, serta kebutuhan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari juga membuat pasar mobil bekas tetap diminati. Ini terutama di tengah kondisi ekonomi yang mendorong masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Topik Menarik