Xpeng Siap Tambah Amunisi Mobil Baru, Bagaimana dengan Sedan Listrik P7?
JAKARTA, iNews.id – Xpeng mengisyaratkan rencana menambah model mobil listrik baru di pasar Indonesia. Saat ini, pabrikan asal China tersebut telah memasarkan dua model kendaraan listrik, yaitu Xpeng X9 dan Xpeng G6.
Langkah ekspansi ini memperlihatkan keseriusan Xpeng dalam memperluas portofolio kendaraan listrik di Tanah Air. Perusahaan juga tengah mempelajari peluang menghadirkan model lain yang dinilai sesuai dengan karakter pasar otomotif Indonesia.
Salah satu model yang mencuri perhatian adalah sedan listrik berteknologi AI, Xpeng P7. Mobil ini diperkenalkan kepada publik dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Kehadiran sedan tersebut memicu pertanyaan apakah Xpeng P7 akan menjadi model berikutnya yang dipasarkan secara resmi di Indonesia.
Vice President of Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto mengatakan, pihaknya saat ini masih mempelajari peluang menghadirkan sedan listrik tersebut, terutama dalam versi setir kanan yang sesuai dengan pasar Indonesia.
Deretan Mobil Baru Meluncur di IIMS 2026, Perang Harga dan Teknologi Bikin Pengunjung Galau
"Kami sedang mengkaji peluang untuk memasarkan sedan listrik Xpeng P7 versi setir kanan di Indonesia. Bagaiman an respon dari pasar. Willingness to buy-nya bagus. Respons terhadap desain dan fitur juga sesuai ekspektasi," ujar Hari saat berbincang dengan media di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Dia menjelaskan, proses konversi kendaraan dari setir kiri ke setir kanan membutuhkan waktu karena harus melalui berbagai tahapan pengembangan dan penyesuaian teknis.
Selain faktor teknis, Xpeng juga mempertimbangkan kondisi pasar otomotif nasional. Saat ini, segmen SUV dan MPV masih menjadi tulang punggung penjualan kendaraan di Indonesia.
Menurut Hari, dua segmen tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total penjualan kendaraan di pasar domestik. Hal itu membuat produsen otomotif harus selektif dalam menentukan model yang akan dipasarkan.
"Kapasitas produksi kami terbatas, jadi harus memilih model yang paling sesuai dengan karakter pasar Indonesia," kata Hari.
Tidak hanya soal model kendaraan, Xpeng juga mempertimbangkan strategi distribusi dan produksi untuk pasar Indonesia. Perusahaan tengah mengevaluasi apakah kendaraan akan dihadirkan dalam bentuk impor utuh atau dirakit secara lokal.
Pilihan pertama adalah menghadirkan kendaraan dalam bentuk Completely Built Up (CBU) yang langsung diimpor dari negara asal. Opsi lainnya adalah Completely Knocked Down (CKD) dengan perakitan di fasilitas lokal.
Skema CKD dinilai lebih menguntungkan dalam jangka panjang karena memungkinkan perusahaan memanfaatkan berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk kendaraan listrik.
Selain itu, perakitan lokal juga dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing harga kendaraan di pasar.
Xpeng juga telah memetakan segmen harga kendaraan listrik yang akan dibidik di Indonesia. Perusahaan melihat peluang pasar cukup besar pada segmen kendaraan listrik di kisaran harga Rp600 jutaan.
Melalui harga tersebut, Xpeng berharap dapat menjangkau konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan teknologi canggih namun tetap kompetitif.
Siapkan Layanan Siaga Lebaran
Di sisi lain, Xpeng Indonesia juga menyiapkan layanan khusus menjelang periode mudik Lebaran. Program ini dirancang untuk memastikan kendaraan listrik pengguna berada dalam kondisi optimal sebelum digunakan dalam perjalanan jarak jauh.
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, mengatakan layanan siaga ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan dukungan purna jual kepada para pengguna Xpeng.
“Layanan siaga lebaran ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan pengguna Xpeng tetap mendapatkan dukungan purna jual yang andal, khususnya pada periode mudik Lebaran. Kami ingin pengguna dapat melakukan perjalanan dengan tenang, aman dan nyaman bersama keluarga,” ujar Djohan Sutanto.
Dia menuturkan program tersebut mencakup pemeriksaan kendaraan secara gratis sebelum mudik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem kendaraan tetap bekerja optimal saat digunakan menempuh perjalanan jauh. "Pemeriksaan juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kendala teknis selama perjalanan mudik," kata Djohan.
Pemeriksaan pra-mudik dilakukan secara menyeluruh terhadap sejumlah komponen penting kendaraan listrik. Mulai dari kesehatan baterai hingga sistem pengisian daya. Teknisi juga akan memeriksa sistem pengereman, kondisi ban termasuk spooring, serta komponen suspensi dan sasis kendaraan.
Selain itu, pemeriksaan meliputi sistem kelistrikan dan pencahayaan kendaraan, performa pendingin udara, hingga pembaruan perangkat lunak melalui sistem OTA (Over The Air).
Tidak hanya itu, tim teknisi juga melakukan pengecekan sistem keselamatan tegangan tinggi pada kendaraan listrik. Komponen lain yang diperiksa mencakup kondisi filter kabin dan wiper untuk memastikan visibilitas serta kenyamanan pengguna selama perjalanan.
Sebagai tambahan, Xpeng Indonesia juga menyediakan fasilitas pengisian daya AC (Alternating Current) secara gratis dengan durasi maksimal satu jam atau hingga 17 kWh.
Pengguna juga dapat memanfaatkan layanan diagnostic scan gratis apabila indikator atau lampu peringatan pada kendaraan menyala. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengguna yang akan melakukan perjalanan jauh saat musim mudik Lebaran.










